Skip to main content

Metode WWG (Walking With God)

 

Strategi kami supaya keluarga dan orang-orang berjalan bersama dengan Allah sangat sederhana: hanya tiga langkah.

 

  • Langkah 1 - Bersaat Teduh

Setiap anggota keluarga bersaat teduh dan mencoba terhubung dengan Allah. Kami menemukan bahwa cara untuk terhubung dengan Allah adalah dengan duduk di hadirat-Nya, dipenuhi dengan perasaan syukur kepada-Nya dan menjawab pertanyaan "Apa yang Allah ingin sampaikan kepada saya?"

Ini adalah format yang biasanya kami pakai untuk Saat Teduh pribadi kami:
  1. Bersyukurlah kepada Allah dan pujilah Dia.
    Kita mengetahui bahwa ucapan syukur adalah bentuk ibadah tertinggi yang dapat kita berikan pada-Nya, jadi ketika Anda memulai Saat Teduh Anda, datanglah ke hadirat-Nya dengan hati yang dipenuhi ucapan syukur kepada-Nya. Kita dapat saja bersaat teduh namun tidak benar-benar dekat pada-Nya. Seringkali hal ini terjadi karena kita berpikir tentang diri kita sendiri dan kekuatiran-kekuatiran kita. Ucapan syukur kepada Allah membuat kita tidak terfokus pada diri kita sendiri, melainkan kepada Allah. Kita dapat bersyukur untuk:
    * Allah sendiri (Ia setia, sabar, murah hati, dan seterusnya).
    * Hal-hal yang Ia lakukan dalam hidup kita.
    * Keluarga, teman-teman, dan gereja.
    * Kesulitan yang kita hadapi. (Kita dapat belajar dan bertumbuh dari hal-hal ini. Yakobus 1:2 berkata "Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan." Dan di Roma 5:3,4 "Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan").
  2. Tuliskan berkat-berkat utama pada hari sebelumnya di lembar Saat Teduh.
    Dengan asumsi Anda telah bersaat teduh pada pagi hari, tuliskan berkat-berkat yang Anda terima dari hari sebelumnya. Berikut ini contohnya: Berkat yang disyukuri pada hari: Sabtu: Berbagi kepada anggota keluarga yang lain Minggu: Ibadah hari Minggu Senin: Hari yang berjalan dengan lancar di sekolah Selasa: Yesus mati di atas kayu salib Rabu: Keluarga dan teman-temanku Kamis: Sembuh dari flu Jumat: Ayat Alkitab yang saya ingat Ayat Istimewa - Mzm 145:2 Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya.
  3. Berdoa, dan mintalah Tuhan supaya berbicara pada Anda melalui Firman-Nya.
    Tanyalah kepada Allah apakah ada yang menjadi penghalang Anda berkomunikasi dengan-Nya. Jika ada yang terlintas di pikiran Anda, akuilah dan mintalah pengampunan-Nya. Kemudian mintalah kepada-Nya untuk mengambil alih hidup Anda melalui Roh Kudus-Nya dan memberikan Anda pikiran-Nya dan bukan rancangan-rancangan Anda sendiri.
  4. Perlahan-lahan bacalah nas Alkitab untuk hari ini beberapa kali.
    Mintalah kepada Tuhan untuk berbicara kepada Anda, karena Ia telah berkata bahwa Ia akan melakukannya. Dalam Yohanes 10:1-16 Yesus berkata bahwa Ia memanggil domba-domba-Nya masing-masing menurut namanya. Mereka mengenal suara-Nya, mendengarkan Dia, dan mengikuti Dia. Anda akan mendengar suara-Nya, jadi bacalah ulang beberapa kali, nikmatilah apa yang Anda dengarkan.
  5. Tulislah ayat mas dari nas Alkitab tersebut.
    Ketika Anda membacanya, kemungkinan ada satu ayat yang akan menjadi lebih jelas dari yang lain. Tulislah itu dalam buku harian Anda. Ini akan membantu Anda nanti untuk memikirkannya lebih dalam lagi dan juga membagikan apa yang menurut Anda Allah katakan kepada Anda.
  6. Renungkanlah ayat mas tersebut.
    Dengan sikap berdoa pusatkan pikiran Anda pada ayat mas tersebut, mungkin dengan cara memberi penekanan kepada setiap kata utamanya. Ketika Anda menyelidikinya, Allah akan membuat ayat tersebut kaya, relevan, dan spesial untuk Anda pada pagi itu. Suara-Nya dengan perlahan-lahan dan penuh kepastian akan meyakinkan Anda tentang apa yang Anda temukan dari ayat tersebut.
  7. Tuliskanlah apa yang menurut Anda Allah katakan melalui ayat tersebut.
    Tuliskan, "Tuhan, saya percaya Engkau mengatakan bahwa ... " diikuti dengan apa yang menurut Anda Ia katakan kepada Anda. Jika tidak ada yang terpikirkan, Anda dapat menuliskan sebuah doa. Misalnya: Minggu, 8 April 2007 -- Mazmur 37:4 Ayat mas: (ay. 4) dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Apa yang Allah ingin sampaikan kepada saya? Tuhan, saya percaya Engkau mengatakan bahwa jika saya meluangkan waktu bersamamusetiap hari, berusaha lebih mengenal Engkau, maka Engkau akan memberikan hal-hal yang baik dan yang berkenan kepada-Mu yang aku inginkan, yang seturut dengan kehendak-Mu di dalam hidupku. Ayat Istimewa - Yakobus 1:22 "Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri."
  8. Berdoalah kembali kepada Tuhan sebagai respons atas apa yang Anda percaya Ia telah karuniakan kepada Anda.
    Ini penting. Jika Allah, katakan saja, telah mengingatkan Anda akan suatu dosa di dalam hidup Anda, Anda perlu meminta pengampunan-Nya dan pertolongan-Nya untuk mengatasi dosa tersebut. Contohnya, jika Anda percaya Tuhan meminta Anda untuk lebih beriman dan mempercayai-Nya, Anda perlu berdoa dan meminta-Nya untuk membantu Anda dalam hal ini. Jika Anda percaya Ia meminta Anda untuk mengampuni seseorang, berdoalah dan mintalah pada-Nya untuk menolong Anda melakukannya.
  9. Lakukanlah apa yang Anda percaya Tuhan telah katakan kepada Anda.
  10. Terkadang tidak mudah untuk melakukan apa yang Tuhan minta.
    Anda mungkin harus berdoa untuk meminta pertolongan-Nya. Ia berjanji untuk memberikan Anda kekuatan untuk mematuhi-Nya. Dan apa pun yang Tuhan minta untuk kita lakukan akan selalu untuk kebaikan kita dan kebaikan orang lain. Jika Anda memiliki sedikit saja keraguan tentang apa yang menurut Anda Tuhan ingin Anda lakukan, sebelum melakukan apa pun, berbicaralah kepada seseorang yang nasihatnya Anda hargai. Mungkin dengan orangtua Anda, pemimpin gereja, atau teman Anda.
  • Langkah 2 - Berbagi dengan Keluarga

Kemudian, seluruh keluarga saling berbagi dan berdoa bersama tentang pengertian yang telah Allah berikan kepada masing-masing. Kami telah mendesain lembaran atau Saat Teduh "Berjalan Bersama Allah" untuk mencatat pengertian-pengertian yang Allah berikan ini. (Akan sangat bermanfaat jika masing-masing orang memiliki map untuk menyimpan lembaran-lembaran Saat Teduh, pulpen, dan juga foto keluarga.)

Sesuatu yang indah terjadi ketika satu keluarga saling berbagi dan berdoa tentang apa yang Tuhan katakan dan lakukan di dalam hidup mereka. Berikut ini cara mudah untuk melakukan hal ini dengan rutin. (Di keluarga kami, sang ayah yang memimpin. Kami percaya ini yang terbaik. Tapi di beberapa keluarga lain mungkin sang ibu yang memimpin, dan itu juga tidak apa-apa.)
  1. Ayah menceritakan berkat yang telah ia tulis di lembaran Saat Teduhnya, diikuti dengan masing-masing anggota keluarga menceritakan berkat yang mereka terima, satu demi satu. Saling menceritakan berkat yang telah diterima adalah satu cara yang paling penting untuk sebuah keluarga lakukan secara bersama-sama, karena hal itu akan menumbuhkan perasaan syukur terhadap apa yang Allah lakukan.
  2. Berdoalah mengucap syukur untuk berkat tersebut. Ayah berdoa satu kalimat ucapan syukur kepada Allah untuk berkat yang ia temukan, diikuti kemudian oleh anggota keluarga yang lain bersyukur untuk berkat yang mereka temukan. Berdoalah dengan pendek. Doa yang panjang lebar akan merusak waktu untuk saling berbagi, tetapi tidak apa-apa jika berdoa dua atau tiga kali giliran, mungkin ada yang bisa ditambahkan kepada doa anggota keluarga yang lain ketika tiba giliran Anda.
  3. Ayah kemudian membagikan Saat Teduhnya, yang ditulis di lembar Saat Teduh, diikuti oleh anggota keluarga yang lain. Masing-masing membaca keseluruhan ayatnya kemudian apa yang mereka percaya Tuhan katakan kepada mereka. "Saya percaya Tuhan berkata kepada saya bahwa ..." diikuti dengan apa yang telah dituliskan Orangtua perlu sensitif dan memahami bahwa proses ini membuat beberapa orang merasa rentan. Anak Anda tidak akan menuliskan apa yang ingin mereka tuliskan apabila mereka tahu bahwa mereka harus membagikan apa yang mereka tulis. Anda perlu menumbuhkan atmosfer yang melindungi privasi anak Anda, dan memberi mereka kesempatan untuk "pass" jika dibutuhkan. Dan kepada para ayah, apa yang mereka bagikan jangan dijadikan bahan untuk mengkhotbahi mereka - baik pada saat itu maupun nantinya!
  4. Berdoa bersama sebagai respons atas apa yang Allah telah katakan kepada masing-masing anggota keluarga. Sebuah keluarga yang berdoa bersama tentang apa yang Allah katakan kepada mereka adalah sesuatu yang istimewa. Ketika anggota keluarga berdoa, hal itu juga merupakan suatu hal yang sangat berkuasa, ketika mereka meminta pertolongan dan pengampunan Tuhan atas dosa-dosa dan kesalahan di dalam hidup mereka; terutama apabila ayah atau ibu yang berdoa di depan anggota keluarga mereka. Berdoalah dengan pendek. Ayah yang memulai, diikuti dengan yang lain.
  5. Doa kemudian dapat beralih menjadi doa "permintaan". Jika diperlukan, ayah kemudian dapat berdoa "permintaan", diikuti anggota keluarga yang berdoa hal yang sama. Meskipun doa seperti ini bisa jadi lebih panjang, namun perlu diingat untuk berdoa satu topik demi satu topik. Misalnya, jangan berdoa, "Tuhan tolong sembuhkan nenek," kemudian di dalam doa yang SAMA meminta, "... dan bantulah saya dalam ujian" Biarkan anggota keluarga yang lain menambahkan doa untuk nenek Anda. Ketika Anda telah "selesai berdoa" untuk satu topik, baru pindah ke topik berikutnya.
  6. Jika diperlukan, Ayah berdoa penutup. Ia dapat melakukan hal ini dengan meminta berkat dan perlindungan Tuhan supaya beserta dengan mereka selama hari itu. Ayah juga perlu bersyukur secara rutin kepada Allah untuk istrinya, dan untuk masing-masing anaknya dengan menyebutkan namanya.
  • Langkah 3 - Berbagi dengan Keluarga Lain

Kami bertemu dengan rutin dengan keluarga-keluarga yang lain yang juga memiliki waktu untuk Saat Teduh untuk saling berbagi pengertian yang Allah telah berikan kepada masing-masing dari mereka. Makan bersama membuat persekutuan semakin erat dan untuk memiliki waktu untuk saling berbagi. Keluarga kami senang bertemu dengan keluarga-keluarga yang lain.

Indah sekali jika kita dapat membagikan iman kita, sebagai satu keluarga, dengan keluarga dan teman-teman yang lain. Walaupun demikian, kami menemukan bahwa hal itu tidak "terjadi" begitu saja. Meskipun mudah untuk mengumpulkan beberapa keluarga ke dalam sebuah kelompok dan saling bersekutu, pengalaman kami membuktikan bahwa kecuali mereka melampaui "garis batas" dan saling berbagi dan berdoa dengan penuh kesungguhan, maka kelompok tersebut biasanya hanya akan menjadi ajang pertemuan sosial biasa. Kami memiliki delapan langkah untuk membantu Anda memulai kegiatan saling berbagi dan berdoa dengan keluarga yang lain. Beberapa dari langkah ini sama dengan di dalam waktu berbagi di tengah keluarga, tetapi kami mengulangnya di bawah ini karena ada beberapa perbedaan.
  1. Menyambut dan makan/bersekutu bersama. Jadikan waktu ini istimewa. Sambutlah dengan khusus orang-orang baru (atau pengunjung biasa) yang bergabung dengan grup tersebut. Akan menjadi momen yang istimewa, terutama untuk anak-anak, untuk menyanyikan selamat ulang tahun kepada mereka yang berulang tahun.
  2. Saling membagikan berkat. Membagikan berkat yang diterima adalah bagian yang sangat penting, karena hal ini menumbuhkan sikap bersyukur kepada Allah ketika orang-orang melihat betapa Allah telah memelihara mereka. Salah satu dari ayah-ayah dapat memimpin. Akan sangat membantu apabila ia memimpin doa di dalam kelompo tersebut, mendoakan bahwa waktu untuk saling berbagi ini akan menguatkan mereka satu dengan yang lain. Ia kemudian memulai, pertama-tama membagikan berkat yang ia terima minggu ini, kemudian orang yang berikutnya. Semua orang dapat berbagi, termasuk anak-anak yang sudah berumur dua atau tiga, termasuk orang-orang yang belum percaya. Supaya tidak mempermalukan siapa pun, Anda dapat mengingatkan bahwa semua orang tidak harus berbicara, dan mereka boleh "pass" jika mereka menginginkannya.
  3. Mengucap syukurlah dalam doa atas berkat-berkat tersebut. Undanglah siapa saja yang ingin berdoa pendek, satu kalimat, doa "terima kasih", untuk berkat-berkat yang telah mereka bagikan. (Ingatkan mereka bahwa ini adalah waktunya berdoa "terima kasih", bukan doa "permintaan".)
  4. Orang yang memimpin kemudian membagikan Saat Teduhnya yang sudah ditulis di lembarannya. Orang tersebut membaca ayat tersebut, kemudian ia menyatakan apa yang ia percaya Tuhan telah katakan kepadanya, mis. "Saya percaya Tuhan berkata kepada saya bahwa ..." diikuti dengan apa yang telah ditulisnya.
  5. Orang yang memimpin kemudian mengundang masing-masing orang untuk membagikan Saat Teduh mereka satu demi satu, seperti yang telah tertulis di lembaran. Orang yang memimpin perlu sensitif dan memahami bahwa proses ini membuat beberapa orang merasa rentan. Mereka tidak akan menuliskan apa yang ingin mereka tuliskan apabila mereka tahu bahwa mereka harus membagikan apa yang mereka tulis. Anda perlu menumbuhkan atmosfer yang melindungi privasi mereka masing-masing, dan memberi mereka kesempatan untuk "pass" jika dibutuhkan.
  6. Berdoa bersama sebagai respons atas apa yang Allah telah katakan kepada masing-masing orang. Keluarga-keluarga yang berdoa bersama tentang apa yang Allah katakan kepada mereka adalah sesuatu yang istimewa. Ketika masing-masing dari mereka berdoa, hal itu juga merupakan suatu hal yang sangat berkuasa, ketika mereka meminta pertolongan dan pengampunan Tuhan atas dosa-dosa dan kesalahan di dalam hidup mereka. Dalam tahap ini, tekankan bahwa bagian pertama dari waktu doa ini adalah untuk merespons apa yang telah Allah berikan kepada mereka. Orang-orang biasanya cenderung lebih mudah untuk berdoa "permintaan".
  7. Doa kemudian dapat beralih menjadi doa "permintaan". Jika diperlukan, orang yang memimpin kemudian dapat berdoa "permintaan". Meskipun doa seperti ini bisa jadi lebih panjang, namun perlu diingat untuk berdoa satu topik demi satu topik. Misalnya, jangan berdoa, "Tuhan tolong sembuhkan nenek," kemudian di dalam doa yang SAMA meminta, "... dan bantulah saya dalam ujian" Biarkan anggota keluarga-keluarga yang lain menambahkan doa untuk nenek Anda. Ketika Anda telah "selesai berdoa" untuk satu topik, baru pindah ke topik berikutnya.
  8. Orang yang memimpin berdoa penutup. Ia dapat melakukan hal ini dengan meminta berkat dan perlindungan Tuhan untuk seluruh anggota kelompok.

Sumber.
Ingin bergabung dengan grup Alkitab Setiap Hari (Walking With God)? Klik di tautan ini.

Mulai PA Online sekarang!

Ingin mengundang tim #Ayo_PA! ? Kunjungi link ini.

Kegiatan #Ayo_PA!