Menceritakan Alkitab dengan Cara yang Mudah

Menceritakan kisah Alkitab kadang terasa tidak sederhana. Maksud saya, pernahkah Anda bertanya kepada seseorang apakah Anda boleh menceritakan kisah Alkitab kepadanya? "Hei, teman, saya pernah ikut sekolah Minggu waktu kecil. Terima kasih banyak." Meskipun terdengar sedikit dramatis, saya kira kebanyakan dari kita mungkin akan merespons dengan cara yang mirip. Kita cenderung berpikir bahwa cerita itu untuk anak-anak. Namun, benarkah? Studi menunjukkan bahwa 80 persen penduduk dunia adalah pembelajar lisan. Artinya, mereka menyerap informasi lebih baik melalui cerita, lagu, peribahasa, dan drama. Bagi 80 persen penduduk dunia, lebih efektif menceritakan kisah Alkitab kepada seseorang daripada sekadar memberinya Alkitab. Saya tidak bermaksud menghentikan praktik membagikan Alkitab. Saya ingin kita kembali merasa nyaman menggunakan pendekatan yang mengingatkan kita pada masa-masa di Sekolah Minggu. Ini disebut menceritakan Alkitab.

Menceritakan Alkitab, budaya lisan, dan pembelajar lisan

Menceritakan Alkitab adalah konsep membagikan isi Alkitab dalam bentuk cerita. Dengan menyampaikan cerita, sebagian orang dapat memahami apa yang diajarkan. Cara ini juga memungkinkan pendengar mengingat lalu menceritakan kembali kisah yang sama kepada orang lain. Metode bercerita tidak memerlukan kemampuan baca-tulis atau bahkan pendidikan formal. Seperti disebutkan sebelumnya, 80 persen penduduk dunia belajar melalui cara lisan. Kelompok ini mencakup orang-orang dari budaya lisan maupun pembelajar yang, meskipun hidup dalam budaya baca-tulis, lebih mudah belajar melalui cerita. Budaya lisan menyampaikan budaya, sejarah, dan seluruh informasi penting mereka melalui cerita. Sementara itu, pembelajar yang lebih menyukai cerita sering kali berasal dari budaya Barat. Karena pengaruh media dan bentuk hiburan lainnya, banyak orang lebih mudah mengikuti sebuah cerita daripada membaca teks.

Mengapa menceritakan Alkitab penting?

Inserted image

Pentingnya hal ini sangat besar. Untuk mengajarkan kebenaran kepada seseorang, Anda perlu menyampaikannya dengan cara yang dapat dia pahami. Seorang tuna rungu dan seorang tuna netra harus belajar melalui pendekatan yang berbeda. Saya tidak bisa berharap bahasa isyarat berfungsi bagi seseorang yang tidak dapat melihat. Contoh dalam hidup saya sendiri. Keluarga kami sedang belajar seni menceritakan Alkitab. Sebelumnya, kami membaca bagian-bagian Alkitab dan meminta anak-anak saya untuk menceritakan apa yang kami baca. Anak sulung saya, yang gemar membaca, biasanya dapat mengulanginya dengan detail. Anak kedua saya, yang kurang menikmati membaca, hanya dapat menangkap beberapa detail kecil. Kami mencoba bercerita. Anak kedua saya dapat menceritakan seluruh cerita tanpa kesulitan. Kami terkejut -- cara ini bekerja dengan sangat baik.

Bagaimana saya menggunakan metode bercerita Alkitab

"Cuaca ini benar-benar buruk," kata seorang pria yang berdiri di samping Anda di halte bus.

"Anda tahu, itu mengingatkan saya pada sebuah cerita dalam Alkitab. Yesus sedang membawa teman-teman-Nya menyeberangi laut. Dia tertidur di tengah badai besar. Teman-teman-Nya sangat panik. Mereka membangunkan-Nya dan bertanya, 'Yesus, apakah Engkau tidak peduli bahwa kita semua akan mati?' Yesus bangun dan berkata, 'Diamlah, tenanglah.' Lalu angin dan gelombang segera berhenti."

Studi menunjukkan bahwa 80 persen penduduk dunia adalah pembelajar lisan.

Intinya, tidak sulit memasukkan cerita Alkitab ke dalam percakapan. Saya akui, ketika berdiri di stasiun kereta bawah tanah di New York City, sulit menemukan orang yang tidak memakai headphone. Di sisi lain, saya pernah menyampaikan cerita di Nepal sehingga seluruh keluarga menghentikan pekerjaan mereka untuk mendengarkan.

Bercerita Alkitab adalah cara untuk memperkenalkan Yesus kepada orang-orang dan budaya yang belajar dengan pendekatan berbeda. Ini adalah cara untuk membantu orang memusatkan perhatian pada Alkitab. Ini adalah cara membagikan Injil dengan cara yang dapat mereka pahami.

(t/Jing-jing)

Diambil dari:
Nama situs : International Project
Alamat artikel : https://internationalproject.org/storying-the-bible/
Judul asli artikel : Storying the Bible the Easy Way
Penulis artikel : Tim International Project

Mulai PA Online sekarang!