Apa itu Keterlibatan dengan Alkitab?

Keterlibatan dengan Alkitab adalah dasar dari disiplin rohani. Disiplin rohani adalah alat untuk membantu kita bertumbuh dalam hubungan kita dengan Allah, agar menjadi seperti Kristus. Disiplin-disiplin ini bukanlah tujuan akhir; kehidupan Kristen ada bukan untuk melakukan disiplin-disiplin tersebut. Sebaliknya, disiplin-disiplin ini adalah sarana menuju tujuan akhir: hubungan yang bahagia dan bertumbuh dengan Allah.

Kita melakukan disiplin-disiplin ini, pada saat itu dan dengan cara itu Allah memilih, Ia bertemu dengan kita di sana. Kita tidak dapat mengendalikan Allah, membuat-Nya menyesuaikan diri dengan keinginan kita untuk bertemu dengan-Nya di Waktu dan tempat yang kita mau. Disiplin-disiplin ini sama seperti kita menyiapkan layar pada perahu layar. Kita bekerja untuk menyiapkan layar kita (disiplin-disiplin), dan ketika Allah memilih, Ia mengisi layar kita dengan angin-Nya, Roh Kudus.

Disiplin Rohani Berakar pada Alkitab

Pertanyaannya bukan apakah seseorang harus terlibat dengan Alkitab, tetapi bagaimana terlibat dengan Alkitab sehingga hidup kita diubahkan. Disiplin rohani kita harus didorong oleh, dipandu oleh, dan dilakukan melalui pendekatan reflektif terhadap Alkitab. Sering kali, berbagai bentuk disiplin rohani adalah sarana untuk lebih meresapi hidup kita dalam Alkitab. Seperti yang ditulis Eugene Peterson, terlibat dengan Alkitab adalah akses utama dan normatif kita kepada Allah saat Ia mengungkapkan diri-Nya kepada kita. Walt Russell, dalam Playing with Fire, mengatakannya begini, “Hal utama yang Allah gunakan untuk membentuk kita menjadi serupa dengan Yesus Kristus adalah Firman-Nya – Alkitab.”

Bagaimana Keterlibatan dengan Alkitab itu Berbeda?

Keterlibatan dengan Alkitab bukanlah hal yang sama dengan mempelajari Alkitab. Ini adalah pelengkap bagi studi mendalam tentang Alkitab. Dalam proses mempromosikan keterlibatan dengan Alkitab, hal terakhir yang ingin kita lakukan adalah mengurangi pentingnya mempelajari Alkitab. Mari kita jelaskan dengan tegas: Mempelajari Alkitab adalah hal yang mutlak diperlukan dalam kehidupan Kristen. 2 Timotius 2:15 mengajarkan bahwa kita harus mendekati Alkitab sebagai “pekerja yang . . . mengajarkan perkataan kebenaran dengan tepat.” (AYT)

Pertanyaannya bukan apakah seseorang harus terlibat dengan Alkitab, tetapi bagaimana terlibat dengan Alkitab sehingga hidup kita diubahkan.

Namun, hanya mempelajari Alkitab saja tidak cukup. Mungkin saja seseorang mempelajari Alkitab sehingga menjadi sekadar latihan akademis, mempelajari dengan cara yang pada akhirnya tidak berdampak pada pertumbuhan rohani. Anda mungkin pernah bertemu orang-orang yang memiliki pengetahuan intelektual tentang suatu topik tanpa perubahan hati atau kehidupan, semacam filsafat yang kosong.

Keterlibatan dengan Alkitab memanggil kita untuk menganalisis dan menerapkan Alkitab—memiliki pengetahuan tentang teks beserta wawasan pribadi tentang teks tersebut. Keterlibatan dengan Alkitab mendorong kita untuk mendengarkan dengan pikiran dan hati. Ini adalah proses pembelajaran penemuan. Proses idealnya adalah mendekati Alkitab dengan terlebih dahulu berusaha keras untuk memahami artinya. Langkah berikutnya adalah merenungkan, dalam kuasa Roh Kudus, makna ayat tersebut bagi hidup dan komunitas Anda. Refleksi akan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang lebih mendalam tentang makna teks dan mendorong Anda kembali untuk mempelajari, yang kemudian akan mengarah pada kebutuhan untuk merenungkan lebih lanjut. Siklus belajar-merenung-belajar-merenung, yang mengarah pada hubungan yang lebih dalam dengan Allah dan perubahan hidup, adalah proses paling kuat untuk pertumbuhan rohani.

Kita dapat belajar tentang studi Alkitab dari guru dan ahli yang baik. Namun, kebanyakan dari kita masih perlu belajar lebih banyak tentang merenungkan Alkitab untuk pertumbuhan rohani. Ada teknik dan praktik yang telah dipelajari gereja selama bertahun-tahun yang dapat bermanfaat bagi kita masing-masing. Bayangkan bermain sepak bola (atau “football” bagi sebagian besar dunia). Dasar-dasar sepak bola cukup sederhana: “Tendang bola ke gawang.” Bahkan, anak-anak dapat memainkan permainan ini, dan dengan latihan dan bimbingan yang baik, anak-anak tersebut dapat tumbuh menjadi atlet tingkat Piala Dunia yang brilian, ahli dalam permainan. Hal yang sama berlaku untuk berinteraksi dengan Alkitab. Anda mungkin sudah berinteraksi dengan Alkitab pada tingkat tertentu, dengan latihan dan bimbingan, Anda akan tumbuh dalam keterampilan yang mengubah hidup dalam berinteraksi dengan Alkitab.

Inserted image

Bagaimana Saya Bisa Mempraktikkan Keterlibatan dengan Alkitab?

Gunakan 21 hari ke depan dalam pengalaman mendalam dan transformatif dengan Firman Allah. Program 21 Days in John adalah seri renungan harian gratis yang dikembangkan bekerja sama dengan Bible Gateway dan Taylor University Center for Scripture Engagement.

Selama seri ini, Anda akan menemukan cara menerapkan praktik-praktik keterlibatan dengan Alkitab yang telah lama ada dapat membantu Anda mengalami, memahami, dan menerapkan Alkitab dengan cara yang kuat dan baru.

Saat Anda mendaftar, Anda akan mendapatkan:

Sebuah email harian yang akan mengarahkan Anda ke pengalaman renungan selama sekitar 15 menit tentang salah satu pasal dari Injil Yohanes yang terkasih, dipandu oleh Dr. Phil Collins, profesor dari Taylor University.

Unduhan PDF gratis Injil Yohanes dari The Abide Bible untuk diikuti.

Kami berdoa agar pendekatan ini terhadap Kitab Suci dapat membantu membuka mata dan telinga rohani Anda untuk mengalami hubungan yang lebih intim dan berbuah dengan Bapa Surgawi kita. (t/Jing-jing)

Diambil dari:
Nama situs : Bible Connection
Alamat artikel : https://www.bibleconnection.com/what-is-scripture-engagement/
Judul asli artikel : What is Scripture Engagement?
Penulis artikel : Tim Bible Connection

Mulai PA Online sekarang!