Keterlibatan dengan Yesus

Keterlibatan dengan Alkitab adalah keterlibatan dengan Yesus. Ini mungkin terdengar jelas, tetapi banyak hal yang berkaitan dengan Alkitab pada akhirnya tidak benar-benar membawa orang kepada Yesus. Faktanya, ketika program, kegiatan, proyek, seminar, tantangan, kursus, atau inisiatif yang berhubungan dengan Alkitab hanya berfokus pada membaca Alkitab, mempelajari Alkitab, menerjemahkan Alkitab, dan hal-hal serupa, semua itu bisa berubah menjadi bentuk penyembahan berhala terhadap Alkitab. Yesus berkata, "... kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku ...." (Kisah Para Rasul 1:8, AYT).

Ini soal prioritas, menempatkan hal utama sebagai yang utama. Yang penting bukan sekadar membaca Alkitab atau merenungkannya. Keduanya hanyalah sarana menuju tujuan yang dikehendaki. Lalu, apa tujuan membaca dan merenungkan Alkitab? Apakah tujuannya moralistik, membaca Alkitab sebagai contoh yang harus ditiru? Atau intelektual, membaca Alkitab sebagai sesuatu yang perlu kita kuasai? Apakah bersifat terapeutik, membaca Alkitab supaya kita merasa lebih baik tentang diri kita? Apakah itu teologis, membaca Alkitab untuk membangun keyakinan agama secara sistematis? Atau deistik, membaca Alkitab hanya untuk mencari kebenaran tentang Allah? Tidak! Tujuan membaca Alkitab adalah supaya kita terhubung dengan, diubah oleh, dan menaati Dia yang menjadi inti berita Alkitab, Yesus Kristus. "Sebab, untuk itulah kamu dipanggil ... supaya kamu mengikuti jejak-Nya." (1 Petrus 2:21, AYT).

Jika seseorang mengasihi firman lebih daripada mengasihi Dia yang adalah Firman, maka kita telah meleset dari tujuan.

Jika seseorang mengasihi firman lebih daripada mengasihi Dia yang adalah Firman, maka kita telah meleset dari tujuan. Paul Tripp bertanya, "Mungkinkah Anda memiliki hati untuk firman (pencarian keahlian teologis dan literasi Alkitab), tetapi tidak memiliki hati untuk Allah -- Sang Pemilik firman itu sendiri?"

Dengan menekankan pembacaan Alkitab hanya demi pembacaan Alkitab itu sendiri, kita sebenarnya mempertahankan sesuatu yang kurang dari maksud Allah bagi firman-Nya. Itu sebabnya kita harus mendorong lebih dari sekadar membaca Alkitab. Kita perlu merindukan cara berinteraksi dengan firman Tuhan yang menyingkapkan siapa Allah, menelanjangi dosa, dan menuntun kita menyembah-Nya. Dan agar itu terjadi, kita membutuhkan keterlibatan dengan Yesus.

Lalu, apa yang dimaksud dengan keterlibatan dengan Yesus? Keterlibatan dengan Yesus adalah hubungan yang bersifat relasional dengan Dia yang adalah Firman sehingga melalui firman-Nya, Roh-Nya menyatakan diri-Nya, memperbarui, dan menghidupkan kita supaya kita mengasihi dan hidup bagi-Nya sesuai dengan firman-Nya.

Inserted image

Inilah masalahnya: membaca Alkitab, pada dirinya sendiri, tidak selalu menuntun kita untuk mengasihi dan hidup bagi Yesus. Bagaimanapun, para Farisi dan ahli Taurat mempelajari Kitab Suci dengan tekun, tetapi mereka tidak mengasihi Yesus. Cara mereka membaca firman-Nya hanya menghasilkan legalisme dan kecintaan pada tradisi mereka sendiri. Yesus menegur mereka karena hal ini, berkata: "Bangsa ini menghormati Aku dengan bibir mereka, tetapi hati mereka jauh dari Aku," (Markus 7:6, AYT) dan "Dengan begitu kamu membatalkan firman Allah dan menggantinya dengan tradisi ...," (Markus 7:13, AYT). Artinya, pembacaan Alkitab mereka hanya mempertahankan ritual-ritual keagamaan, tidak lebih.

Bukan berarti membaca dan mendengar Alkitab bukan disiplin rohani yang diwajibkan; tentu saja itu diwajibkan. Namun, maksudnya adalah bahwa membaca Alkitab harus melampaui sekadar mengetahui tentang Allah, dan menuntun kita kepada hubungan yang hidup dan mengubahkan dengan Kristus. Seperti yang telah diingatkan John Stott, "Hanya dengan terus-menerus mengambil bagian dalam Kristus melalui iman, kekayaan Kristus yang diungkapkan kepada kita dalam Kitab Suci, kita akan bertumbuh menuju kedewasaan rohani dan menjadi pria dan wanita Allah yang sepenuhnya diperlengkapi untuk setiap pekerjaan yang baik."

Mari kita menjadikan keterlibatan dengan Alkitab benar-benar sebagai keterlibatan dengan Yesus. Mari kita "melampaui pernyataan-pernyataan dan ayat-ayat Alkitab untuk sampai kepada Kristus. Saya tidak bermaksud 'menghindari' ayat-ayat Alkitab, tetapi 'melalui' ayat-ayat Alkitab menuju Kristus, kepada pribadi-Nya, pribadi yang hidup, untuk mengenal-Nya, mengasihi-Nya, menghargai-Nya, menikmati-Nya, memercayai-Nya, dan merasa nyaman bersama-Nya." John Piper, "God's Glory Is the Goal of Biblical Counseling," dalam The Journal of Biblical Counseling, 20/2 (Musim Dingin 2002), hlm. 8–21.

(t/Jing-jing)

Diambil dari:
Nama situs : Scripture Union Canada
Alamat artikel : https://www.bibleengagementblog.com/2016/05/03/jesus-engagement/
Judul asli artikel : Jesus Engagement
Penulis artikel : Scripture Union Canada

Mulai PA Online sekarang!