Skip to main content

Ekspedisi Ackerman Family Bar-Ilan University ke Gat, dipimpin oleh Prof. Aren Maeir, telah menemukan benteng dan gerbang masuk ke Gat, kota orang Filistin yang disebut dalam Alkitab, tempat asal Goliat sekaligus kota terbesar di tanah itu selama abad ke-10 sampai ke-9 SM, diperkirakan pada masa Kerajaan Israel Bersatu (Istilah yang digunakan untuk merujuk ke Kerajaan Israel pada masa pemerintahan Saul, Daud, dan Salomo sebelum terbagi menjadi Kerajaan Israel di utara dan Kerajaan Yehuda di selatan - Red.) dan pemerintahan Raja Ahab di Israel. Penggalian dilakukan di Taman Nasional Tel Zafit yang terletak di kaki-kaki bukit Yudea, kira-kira setengah jarak antara Yerusalem dan Askelon di pusat Israel.

Gambar: Penemuan gerbang masuk benteng pertahanan kota kuno

Prof. Maeir, dari Departemen Studi dan Arkeologi Tanah Israel Martin (Szusz), mengatakan bahwa gerbang kota itu termasuk salah satu yang terbesar yang pernah ditemukan di Israel, dan merupakan bukti dari status dan pengaruh kota Gat selama periode ini. Selain gerbang monumental tersebut, sebuah benteng yang mengagumkan juga ditemukan bersama dengan bermacam-macam bangunan di sekitarnya, misalnya kuil dan fasilitas pembuatan besi. Bagian-bagian ini, serta kota itu sendiri, dahulu dihancurkan oleh Hazael, Raja Aram Damsyik, yang mengepung dan menggempur situs tersebut sekitar tahun 830 SM.

Gerbang kota Gat Filistin disebutkan dalam Alkitab (di 1 Samuel 21) dalam kisah pelarian Daud dari Raja Saul kepada Akhis, Raja Kota Gat.

Saat ini, dalam tahun ke-20, Ekspedisi Ackerman Family Bar-Ilan University ke Gat adalah investigasi jangka panjang yang bertujuan untuk mempelajari arkeologi dan sejarah dari salah satu situs terpenting di Israel. Tell es-Safi/Gat adalah salah satu dari timbunan-timbunan (reruntuhan dari zaman kuno) terbesar di Israel dan didiami hampir secara terus-menerus sejak milenium ke-5 SM hingga era modern.

Penggalian arkeologis tersebut dipimpin oleh Prof. Maeir, bersama dengan beberapa kelompok dari Universitas Melbourne, Universitas Manitoba, Universitas Bringham Young, Universitas Yeshiva, Universitas Kansas, Universitas Negeri Grand Valley Michigan, beberapa universitas Korea, dan institusi lain dari seluruh dunia.

Penemuan-penemuan terpenting yang ditemukan di situs tersebut sampai hari ini di antaranya: Kuil-kuil Filistin yang berasal dari abad ke-11 hingga ke-9 SM, merupakan bukti bahwa gempa bumi pada abad ke-8 SM kemungkinan berhubungan dengan gempa yang disebutkan dalam kitab Amos 1:1, prasasti Filistin tertua yang dapat dibaca yang pernah ditemukan, yang di dalamnya terdapat dua nama yang mirip dengan nama Goliat; kumpulan-kumpulan besar berbagai jenis objek berkenaan dengan budaya Filistin; puing-puing yang berhubungan dengan sistem pengepungan tertua di dunia yang dibangun oleh Hazael, Raja Aram Damsyik, kira-kira pada tahun 830 SM, bersamaan dengan bukti komprehensif dari penangkapan dan penghancuran lanjutan kota tersebut oleh Hazael, sebagaimana disebutkan dalam 2 Raja-raja 12:18; bukti daerah pendudukan Filistin pertama di Kanaan (sekitar tahun 1200 SM); berbagai tingkatan dari kota Kanaan Gat terdahulu; dan sisa-sisa kastil Crusader "Blanche Garde", tempat yang diketahui pernah dikunjungi oleh Richard sang Hati Singa (julukan untuk Raja Richard I dari Inggris - Red). (t/Joy)

 

Diterjemahkan dari:
Nama situs: Science Daily
Alamat situs: https://www.sciencedaily.com/releases/2015/08/150803155316.htm
Penulis artikel: Tidak dicantumkan
Judul asli artikel: Archaeologists Uncover Entrance Gate, Fortification of Ancient City
Tanggal akses: 9 Mei 2017

 

Mulai PA Online sekarang!

Ingin mengundang tim #Ayo_PA! ? Kunjungi link ini.

Kegiatan #Ayo_PA!