Skip to main content

Narasi alkitabiah yang menguraikan bahwa Dinasti Mesir yang pertama merupakan keturunan dari tokoh Alkitab Hem, anak Nuh, seperti yang dicatat dalam Kitab Kejadian, bisa jadi didukung oleh penelitian baru-baru ini terkait DNA yang diambil dari mumi-mumi di Mesir, ujar para analis.

Menurut CNN, para peneliti dari University of Tuebingen dan Max Planck Institute for the Science of Human History di Jena, keduanya berada di Jerman, menemukan "hasil yang tidak terduga" ketika menguraikan genom dari manusia Mesir kuno.

Hasil penelitian mereka, yang diterbitkan secara daring di jurnal Nature Communications, berkesimpulan bahwa jasad-jasad yang diawetkan yang ditemukan di Abusir-el Meleq, Mesir Tengah, adalah kerabat genetik terdekat dari populasi manusia Eropa Timur Dekat, Anatolia, dan Mediterania Timur dari Zaman Neolitikum dan Zaman Perunggu.

Gambar: Menteri Kepurbakalaan Mesir, Khaled Al-Anani, berada di dalam situs pemakaman yang baru ditemukan di Miya, Mesir pada 13 Mei 2017.

"Kami menemukan bahwa sampel-sampel dari manusia Mesir kuno jauh berbeda dari manusia Mesir modern, dan lebih dekat kepada sampel-sampel manusia Timur Dekat dan Eropa," tegas para peneliti. "Sebaliknya, manusia modern Mesir bergeser kepada populasi sub-Sahara Afrika."

Ini berarti, menurut komentar di Breaking Israel News, bahwa penemuan ilmiah terbaru berkorelasi dengan catatan alkitabiah, seperti Kejadian 10:5-6 (AYT), yang menyatakan demikian:

"Dari merekalah, tersebar bangsa-bangsa daerah pesisir, masing-masing menurut bahasa, kaum keluarga, dan bangsanya sendiri. Keturunan Ham adalah Kush, Misraim (atau Mesir menurut versi New International Version of the Bible), Put, dan Kanaan."

Adam Eliyahu Berkowitz dari BIN berkata, "Menurut Alkitab, Misraim menetap di Mesir sementara Kush menetap di Afrika, mendirikan dua bangsa yang berbeda dan terpisah, yang tidak memiliki warisan yang sama. Teori ilmiah menyiratkan bahwa asal-usul dari manusia Afrika dan Mesir adalah sama."

Penelitian tersebut berdasarkan 166 sampel dari 151 manusia yang dimumikan di Abusir el-Meleq sedini 1.300 tahun sejarah Mesir, kira-kira dari 1388 SM sampai 426 M.

Dengan menggunakan teknik pengambilan DNA, para peneliti "berhasil mendapatkan genom mitokondria manusia yang utuh dari 90 sampel dan data SNP lintas genom dari tiga individu laki-laki yang telah melewati uji kualitas".

Profesor Johannes Krause dari Max Planck Institute menjelaskan bahwa analisis DNA mumi yang sebelumnya telah diperlakukan secara skeptis.

"Saat Anda menyentuh sebuah tulang, Anda mungkin meninggalkan lebih banyak DNA pada tulang tersebut daripada yang ada di dalamnya," kata Krause. "Kontaminasi adalah isu besar. ... Baru lima atau enam tahun terakhir inilah, kita dimungkinkan untuk benar-benar mempelajari DNA dari manusia kuno karena sekarang kita dapat menunjukkan apakah suatu DNA benar-benar kuno atau tidak melalui sifat-sifat kimiawinya."

Dia menambahkan bahwa dia berharap "akan ada banyak genom mumi Mesir kuno [yang terpetakan] selama beberapa tahun ke depan," dengan penelitian yang baru dimulai.

Sebagaimana yang ditunjukkan oleh BNI, penemuan-penemuan baru tersebut sepakat dengan Dynastic Race Theory (Teori Ras Bersifat Dinasti) oleh seorang arkeolog bernama David Rohl, yang meyakini bahwa manusia Mesir kuno tiba dari seberang laut dari Mesopotamia, menguasai Lembah Nil, lalu mendirikan dinasti-dinasti Mesir yang pertama.

Teori Rohl berdasarkan pada catatan alkitabiah tentang Hem, yang pindah bersama-sama dengan bangsanya dari Mesopotamia untuk menetap di Mesir setelah peristiwa Air Bah.

Rohl memimpin sebuah ekspedisi pada 1988 ke Wadi Hammamat, sebuah sungai kering di Gurun Timur Mesir, yang meneliti lukisan dinding kuno yang menggambarkan perahu-perahu panjang yang memuat sebanyak 70 pendayung.

Lukisan itu disebut selaras dengan teori sang arkeolog tentang arus kaum bangsawan Mesopotamia yang tiba di Mesir dengan berlayar menyusuri garis pantai Jazirah Arab ke Laut Merah. (t/Nikos)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : The Christian Post
URL : https://www.christianpost.com/news/dna-discovery-of-ancient-mummies-supports-biblical-narrative-of-descendants-of-ham-son-of-noah-189582/
Judul asli artikel : DNA Discovery of Ancient Mummies Supports Biblical Narrative of Descendants of Ham, Son of Noah
Penulis artikel : Stoyan Zaimov
Tanggal akses : 8 Oktober 2018

Mulai PA Online sekarang!

Ingin mengundang tim #Ayo_PA! ? Kunjungi link ini.

Kegiatan #Ayo_PA!