Skip to main content

“Pada tahun ini, saya akan membaca Alkitab,” kata Anda kepada diri sendiri. Anda pun memulainya, dengan tujuan mulia, tetapi tidak lama kemudian, Anda merasa terpaksa. Lalu, tibalah Anda pada Kitab Bilangan, dan hari-hari komitmen Anda pun mulai berakhir!

Mengapa begitu banyak dari kita sangat kesulitan membaca Alkitab? Bahkan, meskipun benar-benar ingin melakukannya, entah bagaimana, kita gagal. Apakah kita lemah atau apa? Mengapa kita tidak bisa mengerahkan disiplin? Mengapa prioritas lainnya lebih diutamakan? Mengapa kita sulit berfokus pada teks? Mengapa?

Ada banyak hal praktis yang menjadi alasan untuk tidak membaca Alkitab, tetapi ada satu alasan rohani utama yang mengesampingkan alasan-alasan lainnya: Pembacaan Alkitab membutuhkan upaya yang sangat besar karena Iblislah musuh yang mengganggu komitmen kita pada Alkitab.

Hal ini seharusnya tidak mengherankan. Iblis melakukan segala sesuatu dengan kekuatannya untuk merusak komitmen kita pada Firman Allah, sebab ia telah berketetapan untuk mengerjakan apa pun yang dia bisa guna menggoyahkan, mengacaukan, merusak, maupun menghancurkan relasi kita dengan Yesus.

Inilah sebabnya: Iblis membenci kebenaran karena Yesus adalah Kebenaran (lihat Yohanes 14:6). Dia membenci Firman Allah karena “Firman Allah adalah kebenaran” (lihat Yohanes 17:17).

Iblis telah menjadi musuh yang mengganggu komitmen kita pada Alkitab sejak permulaan (keberadaan) umat manusia. Hal pertama yang dia lakukan untuk merusak relasi Allah dengan pria dan wanita pertama di Taman Eden ialah memutarbalikkan Firman Allah (lihat Kejadian 3:1).

Iblis juga telah menjadi musuh yang mengganggu komitmen kita pada Alkitab sejak awal pelayanan Kristus di hadapan publik. Hal pertama yang dia lakukan untuk mencobai dan menghancurkan karya Kristus untuk menebus dan mendamaikan dunia dengan Bapa adalah dengan memutarbalikkan Firman Allah (lihat Matius 4:1-11).

Iblis telah dan akan senantiasa merupakan "si ular tua yang menyesatkan dunia" (lihat Wahyu 12:9), sampai dia dilempar ke dalam “lautan api dan belerang yang menyala-nyala” (lihat Wahyu 20:10). Salah satu cara utamanya untuk menyesatkan manusia adalah dengan membutakan pikiran kita terhadap nilai Firman Allah, atau mengaburkan pesan Injil yang menghubungkan kita dengan Dia, Sang Firman. Iblis menggunakan tipu daya untuk menjauhkan kita dari Allah. “Yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.” (2 Korintus 4:4)

Janganlah kita lupa bahwa Iblis disebut sebagai “penguasa dunia” (lihat Yohanes 12:31) karena seluruh dunia berada di bawah kendalinya (lihat 1 Yohanes 5:19). Itu sebabnya, naif untuk berpikir bahwa kita bisa tetap melekat pada Alkitab dengan mengandalkan kekuatan kita sendiri. Kita membutuhkan kekuatan supernatural, kekuatan yang lebih besar daripada kekuatan Iblis, supaya kita berhasil membaca, merenungkan, mengingat, dan merespons firman Allah.

Jadi, jangan mengusahakannya sendirian. Janganlah berpikir bahwa sebuah resolusi Tahun Baru atau disiplin pribadi Anda akan cukup untuk meraih kemenangan dalam membaca Alkitab. Janganlah juga bersikap sombong dengan mengira bahwa Anda bisa melakukan segala hal yang Anda tetapkan untuk dikerjakan. Sebab, dibutuhkan Satu Pribadi yang lebih besar daripada musuh yang mengganggu komitmen kita pada Alkitab untuk menolong Anda melakukannya, dan untuk tetap tinggal dalam Firman. Diperlukan “Seorang Penolong, Roh Kudus", yang diutus oleh Allah untuk “mengajarkan segala sesuatu kepada Anda” dan mengingatkan Anda tentang segala hal yang “dikatakan-Nya kepada Anda” (lihat Yohanes 14:26).

Demikianlah, untuk bertumbuh lebih kuat dalam komitmen kita pada Alkitab, Anda perlu bergantung pada Roh Kudus. Maka dari itu, ingatlah untuk memohon kepada Tuhan setiap hari untuk memenuhi Anda dengan Roh-Nya (lihat Efesus 5:18), kemudian bukalah Alkitab dan percayakan pada-Nya untuk “membuat segalanya menjadi jelas bagi Anda” (lihat Yohanes 14:26). (t/Jing-jing)

 

Diambil dari:
Nama situs: Jumpintotheword (Bible Engagement Blog)
Alamat situs: http://www.jumpintotheword.com/2018/01/09/enemy-bible-engagement/
Judul asli artikel: The Enemy of Bible Engagement
Penulis artikel: Lawson Murray
Tanggal akses: 11 Januari 2018

Mulai PA Online sekarang!

Ingin mengundang tim #Ayo_PA! ? Kunjungi link ini.

Kegiatan #Ayo_PA!