Skip to main content

Ruangan atas Cenacle yang terletak di kawasan Gunung Sion, Yerusalem adalah tempat dua peristiwa besar dalam jemaat Kristen mula-mula diperingati: Perjamuan Makan Malam Terakhir dan turunnya Roh Kudus atas para rasul.

  1. Perjamuan makan malam terakhir adalah ketika Yesus makan bersama dengan para rasul-Nya pada malam sebelum Dia meninggal. Saat makan itu, Dia mengadakan Ekaristi.
  2. Turunnya Roh Kudus, pada hari Pentakosta, dikenal sebagai tanda lahirnya gereja Kristen.

Cenacle terletak di lantai atas sebuah bangunan tingkat dua dekat Gereja Dormition, sebelah selatan Pintu Gerbang Sion di tembok kota kuno Yerusalem.

Di atasnya, terdapat menara sebuah masjid Muslim; tepat di bawahnya adalah tempat suci kaum Yahudi yang dihormati/dipandang sebagai makam Raja Daud (meskipun dia tidak dikuburkan di sana).

Berbeda dari Da Vinci

Cenacle tidak diterima secara luas sebagai lokasi “ruangan atas” yang disebutkan dalam Markus 14:15 dan Lukas 22:12.

Ruang atas Perjamuan Terakhir

Akan tetapi, penelitian arkeologis menunjukkan bahwa ruangan itu dibangun di atas sebuah sinagoge-gereja yang dibangun oleh komunitas Kristen-Yahudi Yerusalem pada abad pertama. Potongan-potongan plester/gips yang ditemukan memiliki coretan-coretan dalam bahasa Yunani, yang salah satunya diterjemahkan mencantumkan nama Yesus. Ini diperkirakan adalah gereja Kristen mula-mula.

 

Satu-satunya lokasi tandingan adalah Syrian Orthodox Church of St. Mark (juga terdapat di Gunung Sion), yang juga mengakui memiliki “ruangan atas”.

Di mana pun lokasinya, tempat asli Perjamuan Makan Malam Terakhir merupakan sebuah ruangan makan malam sederhana –- agak berbeda dengan yang digambarkan dalam lukisan-lukisan Leonardo da Vinci dan seniman-seniman lainnya.

Lambang Darah dari Burung Undan

Keberadaan Cenacle yang bergaya Gotik merupakan restorasi kapel Crusader yang dibangun pada abad ke-12 sebagai bagian dari Church of Our Lady di Gunung Sion.

Di antara rincian arsitektural pada masa Crusader, terdapat sebuah tiang pualam tipis yang menyangga kanopi batu di pojokan barat daya. Diukir dengan sangat indah di atas tiang, dua burung undan muda memakan/menghisap darah ibu mereka yang diambil dari dadanya –- melambangkan Kristus yang mencurahkan darah-Nya untuk keselamatan umat manusia.

Pada abad ke-16, setelah Turki merebut Yerusalem, ruangan itu diubah menjadi masjid untuk mengenang Nabi Daud. Mihrabnya (relung yang menunjukkan arah Mekah) dan jendela-jendela kaca berwarna dengan tulisan-tulisan Arab dibiarkan tetap ada.

Tempat Petrus Dibiarkan Mengetuk

Pengunjung Ruang atas Perjamuan Terakhir

Menurut salah satu tradisi Kristen mula-mula, “ruangan atas” adalah rumah Maria, ibu Yohanes Markus. Dia adalah penulis Kitab Injil Markus (dan juga diduga adalah seorang muda yang melarikan diri dengan telanjang, melepaskan kain linennya, melarikan diri dari penguasa yang hendak menangkapnya ketika Yesus ditangkap di taman Getsemani, sebuah peristiwa yang dia catat dalam Markus 14:51).

 

Rumah ini adalah tempat pertemuan para pengikut Yesus. Terletak di dalam tembok kota Yerusalem, di sebuah bagian yang menjadi tempat tinggal sebagian besar penduduknya.

Itu juga adalah rumah yang didatangi Petrus setelah malaikat Tuhan membebaskannya dari penjara. Kisah Para Rasul 12:12-16 mengatakan bahwa seorang hamba perempuan bernama Rode, yang karena sangat girangnya mendengar suara-Nya, segera masuk ke dalam memberi tahu murid-murid yang sedang berkumpul dan malah membiarkan Petrus mengetuk di pintu gerbang.

Didapatkan dengan Harga yang Sangat Mahal

Lokasi Cenacle juga merupakan tempat suci pertama yang didapatkan oleh ordo Fransiskan, dibeli pada 1335 melalui usaha Raja Robert dan Ratu Sancia dari Naples “setelah melalui negosiasi yang sulit dan biaya yang sangat mahal”.

Struktur di sekitar “ruangan atas” sesungguhnya adalah sisa-sisa dari bruderan ordo Fransiskan abad pertengahan.

Selama berabad-abad, bangunan ordo Fransiskan sering dihancurkan dan para bruder diperlakukan dengan buruk, bahkan dibunuh.

 

Referensi

  1. Perjamuan Makan Malam Terakhir: Matius 26:17-30; Markus 14:12-25; Lukas 22:7-23; Yohanes 13:1—17:26.
  2. Adat kebiasaan Ekaristi: 1 Korintus 11:23-26.
  3. Turunnya Roh Kudus: Kisah Para Rasul 2:1-4.
  4. Freeman-Grenville, G. S. P.: The Holy Land: A Pilgrim’s Guide to Israel, Jordan and the Sinai (Continuum Publishing, 1996)
  5. Gonen, Rivka: Biblical Holy Places: An illustrated guide (Collier Macmillan, 1987)
  6. Mackowski, Richard M.: Jerusalem: City of Jesus (William B. Eerdmans, 1980)
  7. Murphy-O’Connor, Jerome: Keys to Jerusalem (Oxford University Press, 2012)
  8. Notley, R. Steven: Jerusalem: City of the Great King (Carta Jerusalem, 2015)
  9. Pixner, Bargil: With Jesus in Jerusalem – his First and Last Days in Judea (Corazin Publishing, 1996)
  10. Poni, Shachar: Renovating Royal Tomb (The Jewish Voice, February 5, 2010)
  11. M. Walker, Peter: In the Steps of Jesus (Zondervan, 2006)
  12. Wareham, Norman, and Gill, Jill: Every Pilgrim’s Guide to the Holy Land (Canterbury Press, 1996)

(t/Jing-Jing)

 

Diterjemahkan dari:
Nama situs : See the Holy Land
Alamat situs : http://www.seetheholyland.net/tag/pentecost/
Judul asli artikel : The Excitement of Pentecost
Penulis artikel : Israel Ministry of the Interior
Tanggal akses : 23 April 2018

Mulai PA Online sekarang!

Ingin mengundang tim #Ayo_PA! ? Kunjungi link ini.

Kegiatan #Ayo_PA!