Skip to main content

Agar Alkitab dapat diterapkan dalam kehidupan kita, Alkitab harus dibaca, dipelajari, dan dimengerti. Untuk mempelajari Alkitab, kita membutuhkan metodologi yang telah dicoba dan diuji. Berikut adalah gambaran ringkas tentang bagaimana memahami dan menerapkan Alkitab.

  1. Berdoa dengan sungguh-sungguh. Roh Kudus adalah Dia yang mengungkapkan dan menerangkan kebenaran. Kita membutuhkan Dia untuk menafsirkan Firman-Nya. Tanpa Dia, kita kekurangan pengertian (lih. 1 Korintus 2:14). Sewaktu kita berusaha untuk memahami dan menerapkan Alkitab, doa harus ditautkan dalam seluruh prosesnya.

  2. Gunakan beberapa versi terjemahan. Alkitab-Alkitab bahasa Inggris adalah terjemahan dari dokumen-dokumen berbahasa Aram, Ibrani, dan Yunani. Filosofi terjemahan yang berbeda (padanan formal/kata demi kata, padanan dinamis/gagasan demi gagasan) menghasilkan penerjemahan teks yang sedikit berbeda. Untuk menuai (makna) dari berbagai terjemahan, pertimbangkan untuk menggunakan NIV, NLT, NRSV, ESV, GNB, dan MSG.

  3. Periksa latar belakang penulisnya. Siapa yang menulis kitab tersebut? Di mana dia saat itu? Kapan dia menulisnya? Mengapa dia menulisnya? Kepada siapa dia menuliskannya?

  4. Periksa latar belakang kitab/pasalnya. Selain mempelajari pengetahuan dasar tentang lokasi geografis, sejarah, politik, kebiasaan, dan kebudayaan mereka, makna sebuah teks juga mengalir dari konteks yang lebih luas. Pahami tujuan, tema, bagian/divisi, dan alur pemikiran dalam keseluruhan kitab. Tanyakan, "Mengapa penulis manusia menulis buku ini?" dan "Bagaimana teks ini harus dipahami berdasarkan tujuan dan tema kitab ini?"

  5. Lihat konteks dekatnya. Bacalah apa yang mendahului dan mengikuti teks yang sedang ditinjau. Lihat bagaimana isi dari apa yang diungkapkan sebelum teks dan apa yang muncul setelah teks, berhubungan dengan teks.

  6. Berikan pemikiran pada keseluruhan konteks Alkitab. Rencana jangka panjangnya haruslah untuk membaca Alkitab berulang kali. Usahakan untuk membandingkan kitab dengan kitab. Carilah referensi-referensi silangnya (teks lain yang berhubungan dengan teks yang sedang dipelajari). Pada waktunya, Alkitab akan menjelaskan dirinya sendiri.

  7. Ketahui genre sastra. Genre-genre sastra yang berbeda dari Kitab Suci memiliki karakteristik yang berbeda, yang membutuhkan teknik interpretasi yang berbeda. Misalnya, puisi Ibrani tidak menggunakan rima, tetapi menggunakan paralelisme (penggunaan sinonim dan antonim untuk membangun gagasan-gagasan di sekitar gagasan-gagasan lainnya).

  8. Kenali bahasa kiasan. Alkitab menggunakan bahasa literal (kata/frasa yang digunakan sesuai dengan makna atau definisi sebenarnya) maupun bahasa kiasan (kata/frasa yang tidak harfiah). Ada lebih dari selusin jenis bahasa kiasan yang digunakan dalam Alkitab (misal: alegori, hiperbola, antropomorfisme, metafora, personifikasi, paronomasia). Menafsirkan bahasa kiasan secara harfiah atau menafsirkan bahasa harfiah secara kiasan akan merusak makna teks.

  9. Lakukan studi kata-kata penting. Kata-kata adalah blok bangunan dari Kitab Suci. Karena Roh Kudus mengilhamkan kata-kata, kita harus hati-hati membongkar makna dan maksud kata-kata itu. Gunakan kamus ekspositori/leksikon untuk memahami bagaimana kata-kata digunakan dalam konteks tertentu.

  10. Baca catatan kaki dan tafsiran. Ambil pelajaran dari para sarjana, para teolog, dan para pakar. Gunakan beberapa sumber untuk menghindari bias teologis. Manfaatkan Alkitab-Alkitab pembelajaran. Carilah keterangan dari kamus Alkitab, almanak, buku petunjuk, dan tafsiran.

  11. Carilah Kristus. Apakah tema tentang Kristus tersirat atau tersurat dalam teks. Tanyakan, "Bagaimana seharusnya teks ini dipahami sebagai sebuah kesaksian tentang Kristus?"

  12. Terapkan, Terapkan, Terapkan! Allah lebih tertarik pada bagaimana kita bertindak berdasarkan Firman-Nya daripada apa yang kita ketahui tentang Firman. Tujuannya adalah untuk menafsirkan Kitab Suci dalam rangka menerapkannya. Ketika kita gagal menerapkan dan mematuhi Firman, kita gagal dalam penafsiran kita akan Firman.

Sebuah pemikiran terakhir. Memahami Alkitab dimulai dengan kenyataan bahwa ada satu Pengarang, dengan satu pesan dan satu makna. Itu bukan berarti bahwa pesannya tidak (bersifat) multifaset, karena memang multifaset. Dan, itu bukan berarti bahwa maknanya tidak bernuansa, karena memang bernuansa. Namun, itu berarti bahwa pemahaman dan penerapan Alkitab kita harus konsisten dengan pesan dan makna yang dimaksudkan oleh Allah. (t/Aji)

 

Beberapa sumber daya yang direkomendasikan:
R.C. Sproul, Knowing Scripture, Inter Varsity Press, 2009.
Robertson McQuilkin, Understanding and Applying the Bible, Moody Publishers, 2009.
Stephen H. Wheeler, Fish the Bible! Understand Scripture and Apply it to Life, 2012.

Diterjemahkan dan disunting dari:
Nama situs: jumpintotheword
Alamat situs: http://www.jumpintotheword.com/2017/06/06/understand-apply-bible/
Judul asli artikel: How to Understand and Apply the Bible
Penulis artikel: Dr. Lawson Murray
Tanggal akses: 9 Juni 2017

Mulai PA Online sekarang!

Ingin mengundang tim #Ayo_PA! ? Kunjungi link ini.

Kegiatan #Ayo_PA!