Edisi 107 -- Maret 2026

By admin

PA21

PA dan Alkitab Abad ke-21

EDISI 107 | MARET 2026

Tema PA21

Shalom, Sahabat PA21!

PA21 edisi 107 ini akan mengulas PA Online Bareng Alki-TOP dengan topik Kehendak Bapa yang Jadi dari Lukas 22:39-46 sebagai refleksi tentang doa di tengah pergumulan, yakni ketika Yesus menunjukkan ketegangan antara kehendak manusia dan kehendak Allah di Getsemani. Dari peristiwa ini, kita belajar bahwa doa bukanlah sarana mengubah keadaan sesuai keinginan kita, melainkan proses yang membentuk hati agar selaras dengan kehendak Allah.

 

Dalam edisi ini, Sahabat juga bisa menyimak Artikel PA21 berjudul Mengapa Yesus Mengadakan Perjamuan Tuhan pada Hari Raya Paskah? yang akan mengajak kita untuk menelusuri kaitan dari Perjamuan Terakhir yang dilakukan Yesus dengan Paskah Pertama dalam Perjanjian Lama.

 

Kiranya edisi PA21 ini dapat memberkati dan menginspirasi Sahabat untuk menyambut Minggu Suci yang sudah di depan mata.

 

PA Online: Alki-TOP

Kehendak Bapa yang Jadi
(Lukas 22:39-46)

Pembahasan PA Online Bareng Alki-TOP kali ini berjudul Kehendak Bapa yang Jadi berdasarkan Lukas 22:39-46. Penggaliannya berpusat pada doa Yesus di taman Getsemani sebagai gambaran paling jelas tentang pergumulan antara kehendak manusia dan kehendak Allah. Yesus, dalam kondisi tekanan yang sangat berat, mengungkapkan keinginan manusiawi-Nya untuk menghindari "cawan" penderitaan yang melambangkan murka dan hukuman Allah atas dosa. Namun, pada akhirnya Yesus memilih untuk tunduk sepenuhnya kepada kehendak Bapa. Di sini terlihat bahwa doa bukan sarana meminta perubahan keadaan, tetapi proses yang mengubah hati manusia agar selaras dengan rencana Allah. Ketaatan Yesus menjadi inti dari karya keselamatan, menunjukkan bahwa penyerahan diri kepada kehendak Tuhan adalah jalan menuju penggenapan rencana-Nya.

 

Topik ini juga menegaskan kontras antara Yesus dan murid-murid. Saat Yesus bergumul dan berjaga dalam doa, para murid justru tertidur karena dukacita. Hal ini mencerminkan kecenderungan manusia yang mudah lalai secara rohani ketika menghadapi tekanan hidup. Karena itu, pesan utamanya adalah panggilan untuk berjaga-jaga dan berdoa dengan sikap hati yang benar, bukan memaksakan kehendak sendiri, tetapi berani menyerahkan "cawan" dalam hidup kita, seperti rencana, keinginan, dan kontrol pribadi. Dengan demikian, doa menjadi sarana transformasi yang membawa kita masuk ke dalam ketaatan sehingga hidup kita sungguh-sungguh selaras dengan kehendak Allah.

 

Berikut ini adalah contoh pertanyaan yang didiskusikan dalam PA Online Alki-TOP Kehendak Bapa yang Jadi dalam Lukas 22:39-46.

Selengkapnya »

 

Artikel PA21

Mengapa Yesus Mengadakan Perjamuan Tuhan pada Hari Raya Paskah?

Survei singkat kami terhadap Keluaran 12 mengungkapkan beberapa fakta penting tentang Paskah. Darah anak domba Paskah membedakan umat Allah dengan orang Mesir yang tidak percaya, dan perayaan Paskah adalah tanda iman kepada Allah. Paskah juga menandai penebusan Israel dari perbudakan di Mesir. Perayaan ini juga memperingati kelahirannya sebagai sebuah bangsa. Di sepanjang generasi Israel, Paskah menjadi peringatan akan tindakan penebusan Allah yang agung. Perayaan ini juga menjadi kesempatan untuk mengajar bagi para orang tua Israel, yang harus menjelaskan maknanya kepada anak-anak mereka.

Dalam kitab-kitab nubuat Perjanjian Lama selanjutnya, Keluaran akan dipandang sebagai tindakan paradigmatik penebusan. Ketika para nabi memandang kepada karya penebusan Allah pada masa depan, mereka membandingkannya dengan Keluaran yang pertama dan membicarakannya dalam konteks Keluaran yang baru dan lebih besar. Kita melihat bahasa seperti itu, misalnya, dalam Yesaya 52:11-12, di mana Allah memerintahkan Israel untuk keluar dari Babel dengan menggunakan bahasa yang mengingatkan kita akan peristiwa Keluaran yang pertama dari Mesir. Pada akhir Perjanjian Lama, bangsa Israel menantikan jenis Keluaran yang baru dan lebih agung.

Ketika Kitab-kitab Injil dibuka, bukanlah suatu kebetulan bahwa banyak kesamaan yang terlihat antara Yesus dan Musa dan antara Yesus dan Israel. Yesus bahkan dibawa ke Mesir hanya untuk kembali setelah kematian Herodes. Hal ini dikatakan terjadi "supaya digenapilah yang difirmankan Tuhan melalui nabi: 'Dan dari Mesir Kupanggil Anak-Ku'" (Matius 2:15, AYT). Keputusan Herodes untuk membunuh semua anak laki-laki di Betlehem merupakan gema yang mengerikan dari keputusan Firaun untuk membunuh semua anak laki-laki bangsa Israel (Matius 2:16; bdk. Keluaran 1:15-22). Para penafsir mendiskusikan lebih banyak lagi kesamaan, tetapi inti dari kesamaan-kesamaan ini adalah untuk menyampaikan kepada pembaca bahwa waktu penebusan yang telah lama ditunggu-tunggu sudah dekat. Keluaran baru yang dinubuatkan sudah dekat.

Selengkapnya »
Diambil dari :  
Nama situs : Ligonier
Judul asli artikel : Lord’s Supper on the Passover?
URL : https://www.ligonier.org/learn/articles/why-institute-lords-supper
Penulis : Keith Mathison

 

Anda menerima publikasi ini karena Anda terdaftar sebagai pelanggan publikasi PA21
dengan alamat: : $subst('Recip.EmailAddr').

Untuk mengirim persembahan: BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
© 2026 - Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)

Tanggal Edisi

Mulai PA Online sekarang!