|
Kata "kudus" sering kita dengar dalam ibadah, doa, dan pembacaan Alkitab. Namun, maknanya jauh lebih dalam daripada sekadar hidup baik atau menjauhi dosa. Dalam Yesaya 6:3, para serafim berseru, "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam," untuk menyatakan keagungan Allah yang sepenuhnya berbeda, murni, dan tidak tertandingi.
Melalui studi kata Ibrani qadôš, kita dapat melihat bahwa kekudusan Allah berkaitan dengan kemuliaan, kedaulatan, dan kesempurnaan-Nya. Pengulangan kata "kudus" sebanyak tiga kali juga menegaskan bahwa Allah benar-benar Maha Kudus. Di hadapan-Nya, Yesaya menyadari kenajisannya, menerima penahiran, lalu menjawab panggilan Tuhan.
Infografis ini menolong kita memahami arti kata "kudus" dalam konteks Yesaya 6:3 secara ringkas dan terarah. Bukan untuk menambah pengetahuan saja, tetapi juga untuk membawa kita pada respons yang benar terhadap kekudusan Allah: menyembah Dia dalam kebenaran, mengakui dosa-dosa kita, menerima anugerah-Nya, dan menaati panggilan-Nya. 
|