Cara Menceritakan Kisah Alkitab

Saya ingat salah satu kali pertama saya mendengar kisah Alkitab yang sengaja diceritakan kepada saya ketika saya sudah dewasa. Saat itu, saya sedang duduk dalam salah satu pertemuan gereja rumah kami, lalu seorang saudara dan saudari saya mulai menceritakan kisah sengsara Yesus dari bagian akhir Injil Lukas. Kisah itu terasa hidup dan nyata, menyentuh saya seolah-olah saya belum pernah mendengarnya sebelumnya. Saya bahkan masih ingat bagaimana perasaan saya ketika Yesus menoleh dan memandang Petrus setelah penyangkalannya yang ketiga.

Inserted image

Sejak saat itu, saya makin sering mengenal cara menyampaikan kisah Alkitab, dan saya makin yakin bahwa hal ini seharusnya mendapat tempat dalam pengalaman Kristen kita.

Faktanya, Allah tidak hanya memberi kita fakta-fakta dalam Alkitab; Dia juga memberi kita kisah-kisah. Alkitab memang memberi kita versi resmi dari kisah-kisah tersebut. Namun, terkadang kita begitu sibuk menganalisis dan menjelaskan teks sampai lupa mengalaminya sebagai kisah. Bercerita dapat menolong kita mengalami kembali hal itu. Ketika kita menceritakan kisah-kisah itu, kisah tersebut menjadi hidup, terasa segar kembali, dan menyampaikan kebenaran Allah kepada pikiran kita yang kembali terbuka. Kita dapat mendengarnya lagi, setidaknya dengan salah satu cara yang Allah kehendaki.

Saya menantang Anda untuk menceritakan sebuah kisah Alkitab. Namun, sebelum itu, izinkan saya memberikan beberapa gagasan tentang bagaimana dan kapan Anda dapat melakukannya.

Cara Menceritakan Kisah Alkitab

"Allah tidak hanya memberi kita fakta-fakta dalam Alkitab; Dia juga memberi kita kisah-kisah."
  • Pilih kisah yang baik. Cobalah menemukan sebuah kisah, atau rangkaian kisah, yang memiliki awal dan akhir yang cukup jelas. Saya menyarankan Anda mulai dengan menceritakan perumpamaan karena biasanya singkat dan hanya memerlukan sedikit penjelasan latar belakang. Setelah itu, Anda dapat beralih ke narasi sejarah dari Injil atau Perjanjian Lama. Sebagai contoh, baru-baru ini saya menceritakan kisah-kisah Keluaran dalam pertemuan gereja kami.
  • Pelajari kisah itu dalam Alkitab. Jika Anda harus menceritakan kisah anak yang hilang sekarang juga, bagaimana hasilnya? Anda mungkin mendapati bahwa Anda tidak mengenal kisah itu sebaik yang Anda kira. Untuk dapat menceritakan sebuah kisah dengan baik, seseorang perlu benar-benar akrab dengan kisah tersebut. Karena itu, langkah pertama dalam menceritakan kisah Alkitab adalah membaca kisah itu dalam Alkitab ... berulang kali. Saat membaca, cobalah membayangkan kisah itu dalam pikiran Anda. Tanyakan kepada diri Anda, "Seperti apa kira-kira peristiwa itu terlihat?" Misalnya, baru-baru ini saya menyadari bahwa saya tidak dapat membayangkan jenis tali seperti apa yang Yesus gunakan untuk membuat cambuk ketika saya sedang bersiap menceritakan kisah Dia menyucikan Bait Suci. Cobalah mengisi celah-celah seperti itu dengan mempelajari teks dan latar belakangnya. Terakhir, carilah maknanya dengan bertanya, "Apa inti utama dari kisah ini?"
  • Ceritakan dengan kata-kata Anda sendiri. Anda sudah membaca dan mempelajari kisah itu; sekarang biarkan kisah itu mengalir. Sampaikan dengan hidup: gunakan tangan Anda, duduk, berdiri, atau berjalanlah bila perlu. Ajak pendengar Anda masuk ke waktu dan tempat yang berbeda. Ceritakan kisah itu, jangan sekadar mengulanginya.
  • Jangan terlalu banyak menambahkan detail. Anda tentu tidak ingin mengambil terlalu banyak kebebasan sampai akhirnya menciptakan ulang kisah itu. Ceritakan dengan kata-kata Anda sendiri, tetapi pastikan Anda tetap menceritakan kisah Alkitab. Anda tidak sedang menciptakan fiksi sejarah; Anda sedang meneruskan sebuah kisah yang benar. Singkatnya, buatlah kisah itu menarik dan nyata.
  • Tetaplah berada dalam kisah. Anda mungkin tergoda untuk mulai mengajar atau menjelaskan kisah itu dengan "komentar meta" saat sedang menceritakannya, tetapi jauh lebih baik jika Anda tetap berada di dalam kisah dari awal sampai akhir. Setelah itu, masih ada waktu untuk mengajar dan berdiskusi.
  • Berlatihlah. Ulangi kisah itu beberapa kali sebelum Anda menceritakannya. Masuklah ke kamar Anda dan ceritakan dengan suara keras sambil membayangkan para pendengar Anda.

Cara Menggunakan Kisah Alkitab

  • Di gereja. Jika Anda memiliki kesempatan untuk mengajar, Anda dapat memasukkan cara ini ke dalam pengajaran Anda. Anda dapat menggunakannya dalam khotbah, sekolah Minggu, atau kelompok kecil. Semua usia menyukainya, dari orang dewasa sampai anak-anak. Dalam model gereja rumah kami, kami sering meminta satu atau dua orang membagikan sebuah kisah selama pertemuan.
  • Untuk menguatkan atau menantang orang percaya lainnya. Kesempatan untuk melakukannya hampir tidak terbatas. Anda mungkin membutuhkan sesuatu untuk dibagikan kepada seseorang yang sedang mengalami masa sulit. Mungkin Anda memiliki kesempatan untuk menyampaikan poin pengajaran ketika beberapa anak dari gereja datang bermain ke rumah Anda. Atau, mungkin Anda hanya ingin mengisi ruang kosong dalam percakapan dengan sesuatu yang membangun. Misalnya, saya sering menceritakan sebuah kisah ketika ada keluarga lain datang ke rumah kami untuk makan malam.
  • Bersama keluarga Anda. Menceritakan kisah Alkitab adalah cara yang indah untuk mengajarkan Alkitab kepada anak-anak Anda. Alkitab cerita untuk anak-anak memang dapat sangat bermanfaat, tetapi mengapa tidak mempertimbangkan untuk menceritakan sendiri serangkaian kisah kepada mereka? Anda bahkan dapat melibatkan mereka untuk memerankan bagian-bagian tertentu dan ikut menceritakan kisah itu bersama Anda.
  • Dengan orang yang belum percaya. Ini adalah salah satu cara paling alami dan kuat untuk berbicara tentang Yesus kepada orang yang belum percaya. Semua orang senang mendengar kisah! Sering kali, hal itu dapat membuka percakapan lebih lanjut. Kepada orang yang belum percaya tetapi tertarik, Anda bahkan dapat menawarkan untuk menceritakan serangkaian kisah tentang Yesus dalam beberapa pertemuan. Setiap kali bertemu, Anda dapat meminta mereka menceritakan kembali kisah itu kepada Anda agar mereka mempelajarinya, lalu Anda dapat mengakhirinya dengan diskusi.

(t/Jing-jing)

Diambil dari:
Nama situs : BulletinInserts.org
Alamat artikel : https://bulletininserts.org/how-to-tell-a-bible-story/
Judul asli artikel : How to Tell a Bible Story
Penulis artikel : Bryan Elliff
Memuat data...

Mulai PA Online sekarang!