Siapa yang tidak menyukai kisah petualangan yang mendebarkan dari seorang pencerita ulung? Beberapa favorit saya adalah saga-saga epik seperti "Star Wars", "Indiana Jones", "National Treasure", dan lainnya.
Saya kembali teringat pada petualangan para Pilgrim ketika membaca artikel utama Bob Russell tentang Thanksgiving dalam edisi ini. Kisah itu adalah cerita nyata tentang keyakinan iman, keberanian, penderitaan, ketekunan, dan kesetiaan. Allah memakai kisah-kisah seperti itu untuk mengajar sekaligus membentuk kita. Itulah sebabnya Bob menyertakan kisah tersebut, juga cerita tentang cucunya, Charlie, dalam artikelnya. Itulah pula alasan saya sering mengingatkan para penulis kami agar menghadirkan kisah-kisah yang kuat dan menggugah.
Salah satu kisah terbesar yang pernah diceritakan adalah kisah tentang Yesus -- dimulai dari konsepsi-Nya hingga kelahiran-Nya di Betlehem. Ini adalah petualangan agung yang memiliki segalanya: latar yang menggugah, penuh drama dan aksi, sentuhan misteri, dialog yang hidup -- bahkan monolog batin -- serta tokoh-tokoh yang memikat, termasuk Sang Tokoh Utama yang luar biasa.
Setiap Natal, ketika anak-anak kami masih kecil, keluarga kami berkumpul di sekitar set Natal kami untuk menceritakan kisah kelahiran Yesus dari Injil. Keempat anak kami masing-masing mendapat peran -- anak bungsu kami, Anna, selalu bersikeras menjadi malaikat setiap tahun -- dan Heidi serta saya bertindak sebagai narator. Menceritakan kisah Yesus kini menjadi bagian dari kisah keluarga kami sendiri. Bahkan, di dalamnya tersimpan kisah-kisah kecil lainnya, seperti saat seorang Majus dari keramik kehilangan kepalanya pada suatu Natal... dan, melalui kuasa Yesus yang dapat menyambungkan kembali anggota tubuh yang terputus -- ditambah sedikit lem super -- saya berhasil membuatnya utuh kembali.
Dengan cara yang serupa, kisah Yesus merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kisah yang jauh lebih besar, yang dicatat Alkitab dalam empat babak: Penciptaan, Kejatuhan, Penebusan, dan Pemulihan. Kisah besar ini -- drama agung sepanjang sejarah manusia -- menjadi kerangka bagi hidup kita sebagai pengikut Kristus. Di dalamnya kita menemukan tujuan, harapan, dan panggilan hidup kita.
Kisah pribadi kita tersusun di dalam kisah agung ini seperti boneka Matryoshka. Allah menciptakan segala sesuatu, termasuk Anda dan saya; Dia membentuk kita dalam rahim ibu kita (Mazmur 139:13). Dia menciptakan kita menurut gambar-Nya untuk hidup dalam relasi dengan-Nya. Dia melihat dan mengenal masing-masing dari kita, bahkan telah merancang hidup kita sebagai bagian dari kisah besar-Nya sebelum kita dilahirkan. Setiap kita adalah karya tangan-Nya, mahakarya-Nya, “diciptakan dalam Yesus Kristus untuk melakukan pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya supaya kita bisa hidup di dalamnya” (Efesus 2:10, AYT).
Namun, saya memilih jalan saya sendiri dan lebih mengutamakan kehendak saya daripada kehendak-Nya -- dan Anda pun demikian (kejatuhan). Dosa-dosa yang saya lakukan memenuhi halaman demi halaman sisi gelap kisah hidup saya. Namun, pada titik inilah kisah Yesus berjumpa dengan kisah saya dan mengubah seluruh alurnya. Penderitaan dan kematian-Nya menebus bagian-bagian yang kotor dari kisah saya. Secara metaforis, Dia merobek halaman-halaman yang terkutuk itu, meremasnya, lalu membuangnya jauh-jauh (Mazmur 103:12). Di sinilah kasih karunia Allah masuk dan mengubahkan kisah saya.
Kisah itu juga melibatkan orang-orang yang membagikan kisah mereka dan kisah Allah kepada saya -- nenek mantan pacar saya, seorang rekan kerja, keponakan saya, dan seorang pendeta dari gereja Kristen yang merintis jemaat di dekat tempat tinggal saya dan kemudian membaptis saya. Masing-masing memainkan peran penting dalam kisah saya, dan kini saya pun menjadi bagian dari kisah mereka.
Sang Pencerita Agung sedang menuturkan kisah besar-Nya melalui hidup Anda, sesuai dengan rencana-Nya dan demi kemuliaan-Nya.
Saat kita hidup dalam Kristus dan Kristus hidup di dalam kita, kisah kita dipenuhi sukacita dan duka, kemenangan dan kehilangan besar, juga penderitaan yang mendalam -- dan di tengah semuanya itu kita melihat Allah menumbuhkan ketekunan, karakter, dan pengharapan. Saya percaya penting bagi kita untuk menyadari bahwa kita tidak sepenuhnya memegang kendali atas kisah hidup kita. Banyak hal terjadi di luar rencana dan keinginan kita, tetapi semuanya tetap menjadi bagian dari kisah tersebut. Sama seperti hidup Anda bukan milik Anda sendiri (1 Korintus 6:19), kisah hidup Anda pun bukan milik Anda sendiri. Sang Pencerita Agung sedang menuturkan kisah besar-Nya melalui hidup Anda, sesuai dengan rencana-Nya dan demi kemuliaan-Nya.
Suatu hari -- mungkin tidak lama lagi -- Kristus akan datang kembali. Allah akan memulihkan ciptaan-Nya, dan segala sesuatu akan menjadi baik kembali. Meskipun sulit dibayangkan, kita -- umat-Nya, mempelai-Nya, istri Anak Domba -- akan turut ambil bagian dalam kisah pemulihan-Nya (lihat Wahyu 21).
Baik Anda sedang mengalami keberhasilan maupun kegagalan, ingatlah bahwa kisah Anda -- hidup Anda -- adalah anugerah dari Allah. Kisah itu merupakan bagian dari kisah-Nya yang jauh lebih besar. Dia memiliki alasan dan tujuan bagi setiap bagiannya.
Anugerah dari Allah ini tidak dimaksudkan untuk disimpan sendiri, tetapi untuk dibagikan kepada orang lain. Gerakan pemulihan seperti 12 Langkah menyadari kuasa ketika seseorang membagikan kisah kebangunan rohaninya kepada mereka yang membutuhkan. Ketika Anda melakukannya -- tanpa mengharapkan balasan apa pun -- sukacita, kepuasan, dan kesadaran akan tujuan ilahi dalam hidup Anda akan semakin bertumbuh.
Ketika Anda berkumpul bersama teman dan keluarga dalam beberapa bulan ke depan, saya mendorong Anda memberi ruang agar Allah menceritakan kisah-Nya dan menyampaikan undangan-Nya melalui hidup Anda (2 Korintus 5:19-20). Sungguh mengagumkan bahwa Allah memilih memakai orang-orang yang tidak sempurna seperti kita untuk menuturkan kisah kasih-Nya tentang penebusan dan pemulihan... dan Dia memakai kisah penebusan kita untuk memberitakan anugerah-Nya kepada dunia.
Biarlah Allah menuturkan kisah-Nya melalui hidup Anda demi kemuliaan-Nya! (t/Jing-jing)
| Diambil dari: | ||
| Nama situs | : | Christian Standard |
| Alamat artikel | : | https://christianstandard.com/2022/11/the-stories-god-tells/ |
| Judul asli artikel | : | The Stories God Tells |
| Penulis artikel | : | Michael C. Mack |
- Log in to post comments