Baru-baru ini, saya berkunjung ke Calgary untuk menemui keluarga, dan saudara laki-laki saya mengajak saya menonton pertandingan hoki Calgary Flames. Ketika kami keluar dari arena setelah pertandingan, saya langsung teringat pada sebuah hari dua puluh lima tahun sebelumnya, saat saya juga keluar dari arena yang sama. Hari itu, saya bertemu dengan Ron Bremner, Presiden Calgary Flames pada waktu itu, yang berbicara dengan saya tentang kemungkinan bekerja di jajaran manajemen mereka. Itu bisa menjadi perubahan karier yang besar dan tentu saja menarik bagi saya. Namun, saya menyadari bahwa itu bukan jalan yang Allah tetapkan bagi saya. Ketika saya melihat hidup saya dalam konteks kisah Allah yang lebih besar, saya mendengar undangan yang sangat berbeda. Undangan apa yang Anda dengar hari ini?
Budaya di Amerika Utara mendorong kita untuk menjadi pusat kisah. Kita didorong untuk mengendalikan hidup kita sendiri, mengikuti perasaan kita, dan berperan sebagai pahlawan dalam kisah kita sendiri. Kita diberi tahu bahwa itulah jalan menuju makna dan kepuasan sejati. Namun, pada akhirnya, kita justru memenuhi hidup dengan hal-hal yang tidak pernah benar-benar memuaskan. Sebaliknya, kita menghadapi kekecewaan, kebingungan, dan frustrasi. Mengapa?
Tidak peduli siapa Anda atau apa yang sedang Anda hadapi, Allah mengundang Anda untuk bergabung dengan-Nya serta menemukan makna dan tujuan dalam hidup yang selaras dengan misi-Nya.
Kita diciptakan untuk sesuatu yang lain, sesuatu yang lebih besar. Ada kisah yang lebih besar dan lebih baik yang sedang Allah tuliskan dalam hidup kita, dan kita diundang untuk merengkuh kisah itu. Sesungguhnya, hanya di dalam kisah itulah kita menemukan makna dan tujuan sejati kita.
Dalam Alkitab, kita menemukan kisah besar tentang misi Allah, mulai dari penciptaan dan kejatuhan manusia hingga pemilihan suatu umat yang melaluinya Allah akan menghadirkan Sang Juru Selamat, Yesus Kristus, untuk mendamaikan dunia dengan diri-Nya dan memperbarui seluruh ciptaan. Di dalam kisah itu, kita mendengar panggilan Allah untuk masuk ke dalam kisah keselamatan ini dan bergabung dengan-Nya sebagai umat pilihan-Nya, umat yang dikasihi-Nya, sebagai murid-murid Yesus Kristus dan duta-duta pendamaian. Di Multiply, kami telah merenungkan pernyataan ringkas ini: "Yesus mengutus murid-murid, yang diberdayakan oleh Roh Kudus, dalam misi Allah untuk mengasihi, mendamaikan, dan mengubah orang-orang dari segala bangsa."
Apakah Anda melihat diri Anda dalam kisah itu? Allah rindu agar Anda menemukan tempat Anda dalam kisah penebusan dan kasih karunia yang luar biasa ini.
Siapa pun Anda, apa pun yang Anda lakukan, Allah mengundang Anda masuk ke dalam kisah yang lebih besar. Entah Anda diutus Allah untuk melayani di tempat-tempat yang jauh dan asing, atau Anda adalah orang tua yang sehari-hari tinggal di rumah sambil berusaha mengurus anak-anak dan berbagai tanggung jawab, Anda memiliki peran penting dalam kisah yang sedang Allah tuliskan. Mungkin Anda sedang berjuang mencari arah, mencari pengharapan, tetapi hanya menemui rintangan, penderitaan, dan kesulitan. Tidak peduli siapa Anda atau apa yang sedang Anda hadapi saat ini, Allah mengundang Anda untuk bergabung dengan-Nya serta menemukan makna dan tujuan dalam hidup yang selaras dengan misi-Nya.
Dalam Kitab Kejadian, kita melihat Allah membentuk suatu umat, lalu kita sampai pada kisah Yusuf (Kejadian 37-50). Yusuf mengalami pengkhianatan dari saudara-saudaranya sendiri, yang melemparkannya ke dalam sumur dan menjualnya sebagai budak. Sebagai budak, Yusuf difitnah dan akhirnya dipenjara. Bahkan saat itu pun, Allah sedang menuliskan kisah penebusan yang indah, dan Yusuf termasuk di dalamnya. Yusuf memperoleh keberanian ketika dia mulai melihat sekilas kisah itu dan menyadari Allah sedang bekerja -- bukan hanya membebaskannya dari penjara, tetapi juga mengangkatnya menjadi pemimpin di Mesir. Ketika akhirnya berhadapan dengan saudara-saudaranya, Yusuf mampu mengampuni mereka dan mengarahkan mereka kepada tujuan Allah yang lebih besar. Dalam pertemuan itu, Yusuf berkata kepada mereka, "Jangan takut! Apakah aku ini pengganti Allah? Tentang kalian, kalian memang telah merancang yang jahat terhadapku, tetapi Allah merancang yang baik untuk melakukan sebagaimana yang terjadi saat ini, untuk menyelamatkan hidup banyak orang" (Kejadian 50:19-21, AYT).
Baru-baru ini, saya membaca buku karya Chris Wright berjudul "The Great Story and the Great Commission". Saya sangat tersentuh oleh pemahaman Wright tentang bagaimana kisah besar Alkitab memberi kita identitas sekaligus misi; kisah itu tidak hanya menjelaskan siapa kita, tetapi juga mengapa kita ada di sini. Buku itu menantang saya untuk tidak bertanya misi seperti apa yang Allah miliki bagi saya, melainkan pribadi seperti apa yang Allah kehendaki bagi misi-Nya.
Kita sangat membutuhkan kisah kita untuk dibentuk ulang dan diubahkan oleh kisah Allah.
Dengan sangat meyakinkan, Wright menjelaskan bahwa kita tidak dapat menemukan tempat kita dalam misi Allah sebelum kita menemukan diri kita dalam kisah besar Kitab Suci. Alih-alih berusaha "menerapkan Alkitab ke dalam hidup kita", kita perlu "menerapkan hidup kita ke dalam Alkitab". Artinya, kita perlu membiarkan Kitab Suci membentuk seluruh diri kita -- pandangan dunia, teologi, pemahaman misional, dan kehidupan praktis kita. Hanya ketika kita menjalani hidup di dalam Kisah Agung, kita akan memahami dan merengkuh Amanat Agung.
Sebagian tantangan bagi kita masing-masing adalah bahwa kita masih sering terjebak dalam narasi budaya kita sendiri beserta berbagai keterbatasan yang dibawanya. Kita bergumul dengan ketidakpercayaan, keserakahan, dan keegoisan. Hati dan pikiran kita tertuju pada perkara-perkara di bawah, bukan pada perkara-perkara di atas. Kita sangat membutuhkan kisah kita untuk dibentuk ulang dan diubahkan oleh kisah Allah.
Dalam suratnya kepada jemaat Kolose, Paulus menantang para pembacanya dengan kata-kata ini: "Jika kamu telah dibangkitkan bersama Kristus, carilah hal-hal yang di atas, tempat Kristus berada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah hal-hal yang di atas, bukan hal-hal yang di bumi. Sebab, kamu sudah mati dan hidupmu tersembunyi bersama Kristus dalam Allah. Ketika Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri-Nya, kamu juga akan dinyatakan dalam kemuliaan bersama-sama dengan Dia" (Kolose 3:1-4, AYT).
"Pikirkanlah hal-hal yang di atas, bukan hal-hal yang di bumi. Sebab, kamu sudah mati dan hidupmu tersembunyi bersama Kristus dalam Allah. Ketika Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri-Nya, kamu juga akan dinyatakan dalam kemuliaan bersama-sama dengan Dia." Kolose 3:1-4 (AYT)
Saya berharap kisah-kisah dalam edisi Witness ini akan menolong Anda memusatkan hati pada perkara-perkara yang di atas. Di halaman-halaman berikut, Anda akan membaca kisah-kisah transformasi dari seluruh dunia tentang orang-orang seperti Anda dan saya, yang sedang menemukan tempat mereka dalam misi Allah -- entah mereka adalah narapidana di Afrika Utara, peserta magang yang pemalu di Thailand, atau perintis jemaat di Jerman.
Yang terutama, doa saya adalah agar Anda dengan jelas mendengar undangan Allah untuk merengkuh kisah-Nya dan misi-Nya. Saya percaya, sebagai hasilnya, hidup Anda tidak akan pernah sama lagi. (t/Jing-jing)
| Diambil dari: | ||
| Nama situs | : | Multiply |
| Alamat artikel | : | https://multiply.net/story/embracing-gods-story-gods-mission |
| Judul asli artikel | : | Embracing God’s Story, God’s Mission |
| Penulis artikel | : | Bruce Enns |