Kata "penyelamatan" menghadirkan berbagai gambaran dramatis dalam benak kita. Kata itu menggerakkan emosi kita. Kita mulai bertanya, "Siapa yang diselamatkan? Apa yang terjadi sampai orang itu berada dalam situasi yang membutuhkan penyelamatan? Siapa yang menyelamatkannya?" dan seterusnya. Kita menyukai kisah penyelamatan, dan kita menyukai para pahlawan. Karena itu, saya ingin membagikan kepada Anda beberapa kisah penyelamatan yang paling dramatis, menakjubkan, dan mendebarkan dalam Alkitab. Ini adalah kisah nyata tentang laki-laki dan perempuan seperti kita, yang diselamatkan dan dipakai oleh Bapa Surgawi kita yang penuh kasih.
Daniel adalah salah satu pahlawan iman saya.
Ketika masih muda, Daniel dan beberapa orang lain dibawa sebagai tawanan ke Babel. Kehidupan yang selama ini mereka kenal, juga tempat ibadah mereka, harus mereka tinggalkan di Yerusalem. Babak baru dalam hidup mereka pun dimulai.
Meskipun Daniel harus meninggalkan tempat ibadahnya di Yerusalem, dia tidak meninggalkan iman maupun tekadnya untuk menyembah dan melayani satu-satunya Allah yang benar. Saat ujian datang, pemuda ini tetap berdiri teguh. Daniel 1:8 menolong saya memahami bagaimana Daniel menghadapi kesulitan. "Daniel sungguh-sungguh bertekad dalam hatinya..." (AYT). Daniel sudah mengambil keputusan. Dia sudah menetapkan apa yang akan dia lakukan dan apa yang tidak akan dia lakukan. Sebelum situasi itu terjadi, dia sudah menentukan bagaimana dia akan merespons.
Dalam keadaan apa pun, Daniel tidak akan berkompromi dengan iman maupun Allahnya.
Seiring berjalannya waktu, ujian yang dihadapinya semakin berat. Kali ini, Daniel harus menghadapi keputusan apakah dia akan menyangkal kebutuhannya untuk berkomunikasi dengan Allah melalui doa. Namun, dia sudah menetapkan apa yang akan dia lakukan. Dia tetap berlutut di hadapan Penciptanya dan berdoa.

Akibatnya, Daniel dibawa -- yang sangat membuat raja sedih -- lalu dimasukkan ke dalam gua berisi singa-singa lapar. Saya sering bertanya-tanya, berapa banyak singa yang ada di dalam gua itu? Berapa banyak orang lain yang pernah dimakan hidup-hidup oleh singa-singa itu? Bagaimana reaksi saya jika melihat ke dalam gua itu, menyaksikan singa-singa lapar mengaum dan menjilati mulutnya, menunggu untuk diberi makan? Namun, Daniel, hamba Allah yang setia dan saleh itu, diturunkan ke dalam gua tersebut, lalu sebuah batu besar digulingkan menutupi pintu masuknya. Tidak ada jalan keluar lain. Tidak ada cara lain untuk melindungi diri. Itu adalah situasi hidup atau mati.
Betapa profetisnya kata-kata raja ketika Daniel diturunkan ke dalam gua itu. Dia berseru, "Allahmu yang kepada-Nya kamu menyembah dengan tekun, Dialah yang akan melepaskanmu!"
Dapatkah Anda membayangkan betapa gelapnya gua itu? Singa-singa berkeliaran dan mengaum. Bayangkan juga bau binatang-binatang liar itu di atas lantai batu yang kotor. Apa yang terjadi malam itu di dalam gua tersebut adalah penyelamatan yang luar biasa.
Terang Dunia bersinar terang di tengah kegelapan, dan dengan satu firman, mulut singa-singa itu tertutup. Situasi yang dimaksudkan untuk menghancurkan Daniel justru diubah menjadi waktu persekutuan dengan Pribadi yang berbicara muka dengan muka dengan Allah.
Banyak orang melihat dan mendengar tentang Allah Daniel karena keputusannya untuk mengikuti Allah, berapa pun harga yang harus dia bayar.
"Dia melepaskan dan menyelamatkan, dan mengadakan tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat di langit dan di bumi. Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkeraman singa-singa." -- Daniel 6:27 (AYT)
Kisah penyelamatan sejati berikutnya adalah tentang seorang laki-laki yang, berbeda dari Daniel, memutuskan apa yang akan dia lakukan ketika diperhadapkan pada sebuah pilihan -- dia melarikan diri!
Siapa lagi kalau bukan Yunus?
Allah ingin menunjukkan belas kasihan kepada orang-orang Niniwe dan memberi mereka kesempatan lagi untuk berbalik dari kejahatan mereka serta melayani Dia yang telah menciptakan dan mengasihi mereka. Dari semua orang yang dapat Dia pilih, Allah memilih Yunus. Allah berbicara kepada Yunus dan menyuruhnya pergi ke Niniwe untuk menyampaikan bahwa mereka harus bertobat atau binasa.
Yunus justru berbalik arah dan melarikan diri! Dia naik kapal dan berlayar menjauh dari panggilan Allah atas hidupnya. Setidaknya, itulah yang dia pikirkan.
Allah mendatangkan angin besar dan badai yang membuat kapal itu hampir tenggelam. Saat itu, Yunus sedang tidur, dan nakhoda kapal berteriak kepadanya agar dia berseru kepada Allahnya untuk menyelamatkan mereka. Yunus tetap diam. Dia sudah memberi tahu para awak kapal bahwa dia sedang melarikan diri dari Tuhan. Akhirnya, Yunus meyakinkan mereka untuk melemparkannya ke laut.
Badai pun berhenti, dan Allah memilih seekor ikan besar untuk menelan Yunus. Di sanalah dia tinggal, di dalam perut ikan itu, selama tiga hari tiga malam.
Yunus tidak dapat melakukan apa pun selain berseru kepada Allah.
Bayangkan berada dalam keadaan basah, dingin, takut, dan gelap! Gua singa bagi Daniel memang menakutkan, tetapi coba bayangkan berada di dalam perut ikan. Mungkin rumput laut melilit kepalanya, sementara dia terapung di dalam air dan hampir tenggelam. Yunus tidak dapat melakukan apa pun selain berseru kepada Allah. Dia tidak dapat berlari atau bersembunyi.
Saat itulah Yunus menyadari bahwa dia perlu bersyukur dalam setiap keadaan. Dia juga menyadari bahwa Allahlah yang menyelamatkan dan melepaskan.
Setelah tiga hari, ikan itu memuntahkan Yunus ke daratan kering. Seperti apa kira-kira penampilannya setelah itu? Saya membayangkan dia tampak mengerikan dan berbau tidak sedap. Namun, ketika Allah memanggilnya sekali lagi untuk pergi ke Niniwe, Yunus bangkit dan segera pergi. Keputusan sudah dibuat di dalam perut ikan itu: jika Allah menyelamatkannya, dia akan taat!
Ketika saya mendengar kata "penyelamatan", nama lain muncul dalam benak saya -- Rahab.
Rahab tinggal di sebuah rumah yang berada pada tembok Yerikho. Rumahnya dikenal banyak orang karena dia adalah seorang pelacur.
Rahab hidup pada masa ketika dunia sedang berubah. Sebuah bangsa sudah berada di perbatasan negerinya, menunggu waktu yang tepat untuk menyerang. Ini bukan bangsa biasa. Mereka adalah bangsa Israel. Kisah-kisah tentang Allah orang Israel sudah terdengar lebih dahulu, dan semua orang yang berada di jalur mereka menjadi ketakutan. Allah mereka telah membelah Laut Merah sehingga mereka dapat berjalan melaluinya. Dia menyediakan makanan dan air di padang gurun, dan Dia melindungi mereka dalam setiap langkah perjalanan.
Gerbang-gerbang kota ditutup rapat karena serangan sudah di depan mata. Namun, dua pemuda, yaitu mata-mata dari Israel, telah menyusup melintasi perbatasan dan masuk ke Yerikho untuk mengintai kekuatan lawan.
Tidak lama kemudian, para pejabat mengetahui bahwa ada dua orang asing di kota itu, dan pencarian pun dimulai. Ketika kedua mata-mata itu berusaha bersembunyi, mereka sampai di rumah Rahab. Rahab menerima mereka dan setuju untuk menyembunyikan mereka dengan satu syarat. Ketika -- bukan jika -- orang Israel menyerang dan merebut Yerikho, Rahab ingin keluarganya diselamatkan dan tidak dibunuh. Dia mengakui bahwa "Tuhan Allahmu adalah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah."
Kesepakatan pun dibuat, dan Rahab menolong kedua pemuda itu melarikan diri.
Kemudian, tibalah hari pertempuran. Perintah diberikan untuk menghancurkan segala sesuatu dan semua orang di Yerikho, kecuali Rahab dan keluarganya. Tali merah di jendela akan menjadi tanda rumahnya.
Kota itu dihancurkan beserta penduduknya, lalu Yosua memerintahkan dua pemuda yang telah membuat janji kepada Rahab untuk pergi menjemputnya. Rahab meninggalkan rumahnya bersama keluarganya dan menatap wajah orang-orang yang menyelamatkannya. Dia kemudian tinggal di tengah bangsa Israel. Allah mereka menjadi Allahnya.
Allah Israel, Pribadi yang menciptakan Rahab, telah memilihnya. Kedua mata-mata muda itu tidak sampai ke rumahnya secara kebetulan. Allah mengetahui kerinduan dalam hati Rahab untuk mengenal Dia. Rahab diselamatkan dan ditebus. Hidupnya diubahkan, dan dia menjadi bagian dari silsilah Yesus.
Betapa luar biasanya kisah penyelamatan, penebusan, dan perubahan hidup ini!
Di wilayah Gerasa dekat Danau Galilea, ada seorang laki-laki yang dipenuhi roh-roh jahat.
Dia tidak lagi tinggal di rumah, tetapi di pekuburan. Tidak ada rantai atau belenggu yang cukup kuat untuk menahannya atau mengurungnya demi keselamatannya sendiri maupun keselamatan orang lain. Dia melukai dirinya dengan batu, dan siang malam dia menangis serta berteriak di pekuburan dan di lereng gunung. Dia hampir tidak mengenakan pakaian. Semua orang berusaha menghindarinya. Sungguh mengerikan melihat keadaannya!
Suatu hari, Yesus datang ke tempat itu. Dia datang dengan perahu melalui Danau Galilea. Ketika Yesus turun dari perahu, laki-laki yang kerasukan setan itu melihat-Nya, lalu berlari dan sujud di hadapan-Nya. Dia memohon agar Yesus membiarkannya, bahkan menyebut-Nya Anak Allah Yang Maha Tinggi.
Namun, Sang Penyelamat, Yesus Kristus, menatap matanya dan menanyakan namanya. Laki-laki itu menjawab bahwa namanya Legion karena ada begitu banyak roh jahat yang tinggal di dalam dirinya. Lalu, Yesus memerintahkan roh-roh jahat itu keluar dari laki-laki tersebut. Mereka harus taat, dan tempat tinggal baru mereka adalah kawanan babi yang berjumlah sekitar 2.000 ekor. Kawanan babi itu pun berlari menuruni tebing yang curam dan terjun ke Danau Galilea. Para penjaga babi ketakutan dan berlari ke kota untuk memberi tahu semua orang tentang apa yang telah terjadi.
Kemudian, orang-orang datang untuk melihat sendiri. Mereka mendapati laki-laki yang sebelumnya kerasukan setan itu sedang duduk di kaki Yesus, sudah berpakaian, dan waras. Ketakutan menyebar di antara mereka. Mereka mengenal laki-laki itu. Selama bertahun-tahun, mereka melihat dia menghancurkan dirinya sendiri dan menakut-nakuti siapa pun yang berani mendekat. Mereka meminta Yesus pergi karena mereka tidak dapat memahami apa yang telah terjadi.
Lalu, Yesus naik ke perahu. Teman baru sekaligus pengikut-Nya itu memohon agar dia boleh ikut bersama-Nya. Namun, Yesus menyuruhnya tinggal dan bersaksi tentang perkara-perkara besar yang telah Tuhan lakukan baginya. Dia menaati Sang Penyelamatnya.
Kisah-kisah yang luar biasa!
Namun, kisah yang paling menakjubkan dan paling luar biasa adalah ketika Yesus Kristus menyelamatkan Anda dan saya. Dia akan menyertai kita ketika kita berdiri teguh seperti Daniel, ataupun ketika kita melarikan diri seperti Yunus. Dia mengubah hidup kita dari segala sampah dan kotoran, dan sekarang kita pun menjadi bagian dari keluarga Yesus, sama seperti Rahab.
Ingatkah Anda ketika Dia pertama kali membuka mata Anda? Anda tahu siapa Dia dan apa yang dapat Dia lakukan. Anda menemukan betapa manisnya duduk di kaki-Nya.
Kita adalah bagian dari kisah-Nya, dan Dia adalah Penyelamat kita. (t/Jing-jing)
| Diambil dari: | ||
| Nama situs | : | Brentwood Baptist Church |
| Alamat artikel | : | https://brentwoodbaptist.com/4-incredible-stories-of-rescue-in-the-bible/ |
| Judul asli artikel | : | 4 Incredible Stories of Rescue in the Bible |
| Penulis artikel | : | Sharon Fairchild |
- Log in to post comments