Edisi 97 -- Januari 2026

By admin

PA21

PA dan Alkitab Abad ke-21

EDISI 97 | JANUARI 2026

Tema PA21
PA Online: Alki-TOP Iman yang Berharap (Mazmur 65:1-14)
Artikel PA21 4 Alasan Pentingnya Disiplin Rohani Berdasarkan Alkitab

Shalom, Sahabat PA21!

Melalui edisi PA21 kali ini, kita diajak menumbuhkan iman yang berharap -- iman yang tidak bergantung pada keadaan yang mudah ataupun sulit, melainkan berakar pada Pribadi Allah yang setia memelihara hidup. Mazmur 65 menolong kita melihat Allah yang mendengarkan doa, mengampuni dosa, serta mencurahkan kebaikan-Nya atas manusia dan seluruh ciptaan. Sementara itu, artikel PA21 tentang disiplin rohani mengingatkan bahwa pertumbuhan iman merupakan proses yang dijalani dengan kesadaran untuk terus membuka diri bagi karya Allah. Kiranya setiap sajian PA21 ini meneguhkan iman kita, menumbuhkan pengharapan yang kokoh, serta mendorong kita untuk hidup semakin dekat dengan Tuhan dan memancarkan pengharapan itu dalam keseharian.

 

Salam,

Redaksi PA21

 

 

PA Online: Alki-TOP

Iman yang Berharap
(Mazmur 65:1-14)

Pengharapan kepada Tuhan bukanlah harapan kosong yang bergantung pada situasi yang ideal. Sebaliknya, pengharapan ini adalah iman yang berakar pada Pribadi Allah yang setia. Mazmur 65 mengajak kita melihat bagaimana Allah bekerja secara nyata: Dia mendengarkan doa, mengampuni dosa, menopang kehidupan manusia, dan memelihara seluruh ciptaan. Dalam puisi pujian ini, Daud melukiskan Allah yang berdaulat atas alam, sejarah, dan perjalanan hidup umat-Nya. Melalui PA Online Alki-TOP, kita diajak menggali tema "Iman yang Berharap" -- iman yang tidak ditentukan oleh keadaan yang mudah ataupun sulit, tetapi bertumpu pada Allah yang "memahkotai tahun dengan kebaikan-Nya". Dengan merenungkan Mazmur 65, kita belajar menaruh pengharapan kepada Allah yang setia memelihara, memberi pertumbuhan, dan layak menjadi dasar iman kita. Dengan demikian, hidup kita pun dapat memancarkan pujian, seperti seluruh ciptaan yang bersorak-sorai kepada-Nya.

 

Berikut ini adalah contoh pertanyaan yang didiskusikan dalam PA Online Alki-TOP Iman yang Berharap dalam Mazmur 65:1-14.

Selengkapnya »

 

Artikel PA21

4 Alasan Pentingnya Disiplin Rohani Berdasarkan Alkitab

"Sebab, bagi siapa yang telah Dia kenal sejak semula, juga Dia tentukan sejak semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia menjadi yang sulung di antara banyak saudara." (Roma 8:29, AYT).

 

 

Meskipun kita tidak akan pernah menjadi sempurna di sisi kekekalan ini, Allah sedang bekerja mengubah kita secara rohani. Paulus membahas hal ini dengan jemaat di Galatia, "Anak-anakku, demi kamu, aku rela sekali menanggung sakit melahirkan sampai Kristus dinyatakan dalam kamu ..." (Galatia 4:19, AYT).

 

Paulus menggunakan istilah morphóo (bentuk), yang berhubungan erat dengan metamorphóo (berubah). Perubahan yang dialami orang percaya di dalam Kristus adalah metamorfosis, transformasi rohani.

 

Hal ini tidak dicapai dengan usaha kita sendiri. Kita tidak bisa menghendaki atau memaksakan metamorfosis ini, tapi kita berpartisipasi di dalamnya. Dalam bukunya, Spiritual Formation as if the Church Mattered, James Wilhoit berkata,

 

"Pembinaan rohani adalah proses komunal yang disengaja untuk bertumbuh dalam hubungan kita dengan Allah dan menjadi serupa dengan Kristus melalui kuasa Roh Kudus."

 

"Proses yang disengaja" ini menunjukkan peran kita yang bermitra dengan Allah dalam transformasi kita.

 

Apakah disiplin rohani itu?

 

Dalam 1 Timotius 4:7, AYT, Paulus menginstruksikan Timotius untuk "melatih diri untuk hidup dalam kesalehan." Paulus melanjutkan dengan mengatakan, "latihan jasmani terbatas gunanya, tetapi kesalehan itu berguna dalam segala hal karena mengandung janji untuk kehidupan sekarang dan juga kehidupan yang akan datang" (1 Timotius 4:8, AYT).

 

Seorang atlet bekerja keras untuk unggul dalam olahraga tertentu. Setiap langkah maju dalam perkembangan kemampuan atletik mereka adalah hasil dari pilihan. Kadang-kadang pilihan itu mengharuskan mereka mengatakan pada diri sendiri "tidak" ketika mereka ingin menikmati makanan cepat saji, membuang-buang waktu dengan teman, atau tidur. Karena setiap olahraga mengharuskan mereka untuk meningkatkan keterampilan individu, seorang atlet memiliki latihan dan diet khusus. Atlet basket atau sepak bola mungkin membutuhkan lebih banyak stamina daripada binaraga, jadi mereka akan lebih banyak berlari (dan makan lebih sedikit protein).

 

Namun, bukankah kerohanian juga seperti otot yang bisa kita bentuk hingga menjadi besar dan kuat? Dapatkah kita melatih diri kita untuk menjadi saleh?

 

Latihan rohani kita

 

Selama berabad-abad, orang-orang Kristen telah menggunakan banyak kegiatan (atau disiplin) untuk melatih diri mereka agar selaras dengan Allah, sehingga Ia dapat melakukan pekerjaan-Nya di dalam mereka. Secara alkitabiah, disiplin rohani ini termasuk:

  • Pembacaan Kitab Suci
  • Doa
  • Berkomunitas
  • Puasa
  • Pengakuan Dosa
  • Penundukan diri
  • Menyanyikan pujian
  • Perayaan

 

Latihan-latihan ini bukan dimaksudkan untuk memperbaiki kerohanian Anda secara cepat. Tetapi ketika Anda menciptakan kebiasaan melalui disiplin rohani ini, Anda akan menemukan diri Anda lebih dekat dengan Allah dan lebih diberdayakan secara rohani.

Selengkapnya »
Sumber referensi:
Jesus Film Project. 4 Alasan Pentingnya Disiplin Rohani.
Dalam https://ayo-pa.org/artikel/4-alasan-pentingnya-disiplin-rohani

 

Anda menerima publikasi ini karena Anda terdaftar sebagai pelanggan publikasi PA21
dengan alamat: : $subst('Recip.EmailAddr').

Untuk mengirim persembahan: BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
© 2026 – Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)

Tanggal Edisi

Mulai PA Online sekarang!