Kebangkitan Yesus Kristus adalah batu penjuru dari iman Kristen. Ini adalah peristiwa yang membedakan kekristenan dari agama lainnya. Kitab Kisah Para Rasul memberi kita gambaran sekilas tentang apa yang dilakukan oleh para rasul setelah kebangkitan, dan bagaimana kebangkitan itu menjadi fondasi bagi gereja Kristen mula-mula. Dalam artikel ini, kita akan menyelidiki pentingnya kebangkitan dalam Kisah Para Rasul dan bagaimana hal itu berdampak pada orang Kristen di sepanjang tahun, bukan hanya pada masa raya Paskah.
Kisah Para Rasul dimulai dengan kenaikan Yesus Kristus ke surga, pada empat puluh hari setelah kebangkitan-Nya. Para rasul bertanya-tanya apa yang harus mereka lakukan selanjutnya. Mereka telah menyaksikan kematian, penguburan, dan kebangkitan Yesus, tetapi mereka masih ragu-ragu tentang apa yang harus dilakukan. Dalam Kisah Para Rasul 1:8 (AYT), Yesus berkata kepada mereka, "Akan tetapi, kamu akan menerima kuasa ketika Roh Kudus telah datang kepadamu dan kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea dan Samaria, dan sampai ke bagian bumi paling ujung."
Setelah Roh Kudus turun ke atas mereka pada hari Pentakosta, para rasul mulai memberitakan Injil Yesus Kristus. Mereka pergi dari kota ke kota, menyebarkan kabar baik tentang kebangkitan dan mengajar orang-orang tentang kasih dan anugerah Allah. Kebangkitan Yesus Kristus menjadi dasar dari pesan mereka.
Sebagai contoh, dalam Kisah Para Rasul 2:24 (AYT), Petrus menyatakan, "Akan tetapi, Allah membangkitkan-Nya, dan melepaskan-Nya dari penderitaan maut karena tidak mungkin bagi-Nya dikuasai oleh kematian." Petrus menekankan sifat ajaib dari kebangkitan dan bagaimana hal itu merupakan penggenapan dari rencana Allah. Dia juga menunjukkan bahwa kebangkitan merupakan kekalahan akhir dari maut dan dosa, yang telah menguasai manusia sejak kejatuhan.
Kebangkitan Yesus Kristus bukanlah peristiwa yang hanya berdampak sesaat. Signifikansinya terus berdampak pada iman Kristen sepanjang sejarah. Kebangkitan-Nya adalah fondasi iman kita dan menginformasikan kepercayaan serta praktik keagamaan kita.
Sebagai contoh, dalam 1 Korintus 15:17 (AYT), Paulus menulis, "Dan, jika Kristus tidak dibangkitkan, sia-sialah imanmu, dan kamu masih berada dalam dosa-dosamu." Ayat ini menggarisbawahi pentingnya kebangkitan dalam iman Kristen. Tanpa kebangkitan Kristus, tidak akan ada pengharapan akan keselamatan, dan iman kita akan menjadi sia-sia.

Lebih jauh lagi, kebangkitan Yesus Kristus bukan hanya sebuah peristiwa sejarah yang terjadi pada Yesus. Kebangkitan Yesus Kristus juga merupakan sebuah realitas yang dapat dialami oleh orang-orang Kristen dalam kehidupan mereka. Dalam Roma 6:4 (AYT), Paulus menulis, "Karena itu, kita dikubur bersama-sama dengan Dia melalui baptisan dalam kematian-Nya; supaya sama seperti Yesus dibangkitkan dari antara orang mati melalui kemuliaan Bapa, kita juga boleh hidup dalam kehidupan yang baru." Ayat ini menekankan bahwa seperti halnya Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, kita pun dapat mengalami kehidupan baru melalui iman kita kepada-Nya.
Sebagai kesimpulan, kebangkitan Yesus Kristus adalah peristiwa yang sangat penting dalam iman Kristen, dan menjadi fondasi bagi gereja Kristen mula-mula. Kebangkitan bukan hanya sesuatu yang kita rayakan pada saat Paskah; ini adalah sebuah realitas yang berdampak pada kita sepanjang tahun. Sebagai orang Kristen, kita harus ingat bahwa kebangkitan bukan hanya sesuatu yang terjadi pada Yesus, tetapi juga sebuah realitas yang dapat kita alami secara pribadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Kebangkitan Yesus memberi kita harapan, keselamatan, dan janji kehidupan baru; ini adalah kebenaran yang harus terus kita hidupi setiap hari sepanjang tahun. (t/Jing-jing)
| Diambil dari: | ||
| Nama situs | : | Hornsby Cathedral Parish |
| Alamat artikel | : | https://www.bbcatholic.org.au/hornsby/news-events/blogs/what-the-apostles-did-next-the-significance-of-the-resurrection-in-acts-of-the-apostles |
| Judul asli artikel | : | What the Apostles did next - The Significance of the Resurrection in Acts of the Apostles |
| Penulis artikel | : | Fr Roger Delmonte |
- Log in to post comments