Edisi 112 -- April 2026

By admin

PA21

PA dan Alkitab Abad ke-21

EDISI 112 | APRIL 2026

Tema PA21

Shalom, Sahabat PA21!

Kabar sukacita tentang Kristus yang bangkit dan mengalahkan maut pertama kali disampaikan oleh malaikat kepada kaum yang saat itu dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai warga negara kelas dua, yakni para perempuan yang datang ke kubur Yesus. Dalam edisi PA21 kali ini, kita diajak lebih mendalami kebenaran itu melalui ulasan PA Online Bareng Alki-TOP yang membahas topik Kabar Sukacita dari Matius 28:1-10 yang akan menolong kita melihat bagaimana kebangkitan Yesus mengubah ketakutan menjadi pengharapan, dan kesedihan menjadi kesaksian yang hidup.

 

Edisi ini juga menghadirkan Artikel PA21 berjudul Sebuah Teologi Alkitabiah Singkat tentang Kebangkitan yang membawa kita untuk lebih memahami tentang kebangkitan yang diprakarsai oleh karya Kristus di kayu salib. Kiranya sajian PA21 kali ini menguatkan kita untuk tetap setia, berani bersaksi, dan membawa kabar sukacita Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

 

Salam,

Redaksi PA21

 

PA Online: Alki-TOP

Kabar Sukacita
(Matius 28:1-10)

Pembahasan topik Kabar Sukacita dari Matius 28:1-10 dalam PA Online Bareng Alki-TOP kali ini menyoroti kebangkitan Yesus sebagai inti pengharapan orang percaya. Peristiwa gempa bumi, malaikat yang menggulingkan batu, kubur yang kosong, dan berita "Ia telah bangkit" menunjukkan bahwa kebangkitan bukanlah kejadian kebetulan, melainkan penggenapan dari rencana Allah yang telah dikatakan Yesus kepada para murid-Nya. Karena itu, kabar sukacita ini meneguhkan bahwa kematian telah dikalahkan dan firman Tuhan sungguh dapat dipercaya.

 

Teks ini juga memperlihatkan perubahan besar dalam diri para perempuan yang datang ke kubur Yesus: dari takut dan bingung menjadi penuh sukacita dan taat untuk memberitakan kabar kebangkitan. Ucapan "jangan takut" menjadi ajakan untuk hidup dalam iman, bukan dikuasai ketakutan. Melalui perjumpaan dengan Yesus yang bangkit, mereka dipanggil menjadi saksi; demikian pula orang percaya saat ini diajak membawa kabar sukacita Kristus kepada orang-orang yang belum percaya.

 

Berikut ini adalah contoh pertanyaan yang didiskusikan dalam PA Online Alki-TOP Kabar Sukacita dalam Matius 28:1-10.

Selengkapnya »

 

Artikel PA21

Sebuah Teologi Alkitabiah Singkat tentang Kebangkitan

Apa arti kebangkitan dahulu dan sekarang?

Seperti yang diingatkan oleh kata-kata penutup Pengakuan Iman Nicea, kekristenan sejak awal menegaskan bahwa orang percaya hendaknya "menantikan kebangkitan orang mati dan kehidupan di dunia yang akan datang." Dua frasa dalam pengakuan iman kuno ini merangkum dua inti pengharapan Kristen yang saling berkaitan -- kebangkitan dan kehidupan di dunia yang akan datang.

Pengharapan akan kebangkitan kita, yang membawa kita kepada kehidupan di dunia yang akan datang, telah dijamin "oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati" (1 Petrus 1:3). Dalam 1 Korintus 15, rasul Paulus menegaskan bahwa kebangkitan Yesus dan kebangkitan orang percaya tidak dapat dipisahkan (1 Korintus 15:12-28). Karena itu, kita perlu memahami dengan jelas bahwa pengharapan akhir orang Kristen bukanlah keberadaan yang melayang di suatu tempat jauh bernama surga, tetapi kehidupan kebangkitan di dalam ciptaan yang diperbarui.

Pengharapan Akan Kebangkitan dalam Perjanjian Lama

Perjanjian Lama memang tidak banyak menguraikan secara langsung tentang pengharapan kebangkitan. Namun, Allah dengan jelas dinyatakan berdaulat atas hidup dan mati. Perhatikan beberapa ayat berikut yang menegaskan hal itu:

  • Dalam nyanyian Musa, Allah berkata, "Sekarang lihatlah bahwa Aku, Akulah Dia, tidak ada Allah selain Aku. Akulah yang membuat mati dan yang memberikan hidup" (Ulangan 32:39, AYT).
  • Dalam nyanyian Hana, dia mengakui bahwa "TUHAN mematikan dan menghidupkan; Dia menurunkan ke dalam dunia orang mati, dan mengangkatnya" (1 Samuel 2:6, AYT).

Pengharapan Akan Kebangkitan dalam Perjanjian Baru

Kebangkitan juga menjadi tema yang menonjol dalam kehidupan dan pelayanan Yesus. Dia tidak hanya mengajarkan kebangkitan rohani bagi para pengikut-Nya (Yohanes 11:25) dan menubuatkan kebangkitan fisik-Nya sendiri (Lukas 9:21-22), tetapi juga berbicara dengan jelas tentang kebangkitan orang mati pada masa depan (Lukas 11:31-32; Yohanes 5:28-29; Yohanes 6:39-58). Lebih dari sekadar membahasnya, Dia memperlihatkan kemungkinan itu melalui mukjizat-mukjizat-Nya. Dia membangkitkan anak perempuan Yairus (Markus 5:35-43), anak janda di Nain (Lukas 7:11-17), dan Lazarus (Yohanes 11:1-44). Walaupun mereka yang dibangkitkan itu pada akhirnya mati kembali, seperti yang terjadi dalam Perjanjian Lama, peristiwa-peristiwa tersebut menjadi tanda yang mengantisipasi realitas kebangkitan yang akan datang.

 

Selengkapnya »
Diambil dari :  
Nama situs : Faith Fellowship
Judul asli artikel : A Short Biblical Theology of Resurrection
URL : https://www.faithfellowshipfortbend.com/posts/theologyofresurrection
Penulis : Tim Faith Fellowship

 

Anda menerima publikasi ini karena Anda terdaftar sebagai pelanggan publikasi PA21
dengan alamat: : $subst('Recip.EmailAddr').

Untuk mengirim persembahan: BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
© 2026 - Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)

Tanggal Edisi

Mulai PA Online sekarang!