|
Alkitab versi King James menggunakan kata "communication" sebanyak enam kali. Kata "komunikasi" digunakan oleh manusia mulai abad ke-15 dan Alkitab sudah selesai ditulis jauh sebelumnya. Pada zaman Alkitab ditulis, praktik komunikasi berupa lisan (tatap muka berbicara) dan tulisan (surat, perkamen, dst.). Walaupun kata "komunikasi" tidak ditemukan di dalam Alkitab, tetapi aplikasi dan pentingnya kegiatan komunikasi begitu banyak dibahas di dalam Alkitab. Karena itu, sudah sewajarnya jika kita belajar prinsip-prinsip alkitabiah tentang komunikasi.
Berkali-kali firman Tuhan memperingatkan kerusakan yang timbul bagi seseorang maupun dalam masyarakat ketika orang tidak terampil dan tidak berhati-hati dalam berkomunikasi. Bahkan, diumpamakan lidah yang kecil sebagai sesuatu yang punya kekuatan yang sangat besar. Seperti kemudi, seperti kekang pada kuda, tetapi juga seperti api yang bisa membakar. Bahkan, dalam kehidupan kita pada zaman sekarang, komunikasi dapat dimanfaatkan untuk menimbulkan kebencian, menimbulkan kerusakan, menimbulkan keresahan. Dengan demikian, betapa pentingnya kita belajar prinsip-prinsip berkomunikasi sesuai dengan firman-Nya agar kita bisa menjadi seorang komunikator yang baik dan menjadi berkat.
Mengapa Kita Belajar Komunikasi dari Alkitab?
Karena Alkitab itu firman Tuhan, dan Allah kita adalah Sang Komunikator Agung (The Great Communicator).
Pentingnya belajar Alkitab juga untuk meneladani cara Allah berbicara dan cara Allah menyatakan diri kepada manusia. Proses komunikasi itu sendiri sangat sederhana dan terbagi menjadi 5 elemen, yaitu:
- Good Source (siapa yang berbicara): Prinsip firman Tuhan yang utama ketika bicara soal komunikasi adalah bahwa "sang komunikator harus merupakan sumber yang baik dan juga sumber yang benar".
- Good Message (apa yang dibicarakan): Pesan yang baik memiliki beberapa kriteria sebagai berikut: Benar, akurat, mudah dipahami, dan sesuai etika/norma.
- Good Methods/Media (cara menyampaikan pesan): Allah kita menggunakan semua metode dalam menyampaikan kehendak-Nya, verbal dan nonverbal. Dia berbicara melalui alam semesta. Tuhan kita memiliki terlalu banyak metode. Jadi, ketika kita sebagai pribadi merasa malas untuk belajar metode-metode baru dalam berkomunikasi, kita tidak sedang meneladani Allah kita.
- Good Listener (pihak penerima pesan/audiens): Seorang pendengar atau penerima pesan yang baik harus memiliki kerendahan hati untuk mendengar, sikap kritis untuk menguji kebenaran informasi, dan jujur.
- Good Effect (apa yang menjadi tujuan dari sang sumber informasi): Efek yang dimaksud adalah apa yang diharapkan terjadi pada diri komunikan (penerima pesan) ketika pesan sudah disampaikan.
|