Edisi 118 -- Juni 2026

By admin

PA21

PA dan Alkitab Abad ke-21

EDISI 118 | JUNI 2026

Tema PA21

Shalom, Sahabat PA21!

Kali ini, PA21 mengajak kita merenungkan kasih Tuhan yang memulihkan. Melalui PA Online Bareng Alki-TOP dengan topik Tuhan Memperhatikan Kelelahan Elia dari 1 Raja-Raja 19:1-8, kita belajar bahwa seorang hamba Tuhan pun dapat mengalami ketakutan, kelelahan, dan keputusasaan. Namun, Tuhan tidak menegur Elia dengan keras; Dia justru memulihkannya melalui istirahat, makanan, minuman, dan sentuhan kasih untuk dapat kembali melayani-Nya.

 

Melalui Artikel PA21 berjudul Firman Tuhan Mengenai Jiwa yang Hancur, kita akan diingatkan bahwa Tuhan dekat dengan orang yang patah hati dan rindu menyembuhkan jiwa yang remuk. Kiranya edisi PA21 Juni ini menolong Sahabat untuk datang kepada Tuhan saat merasa lelah untuk menerima pemulihan-Nya, dan kembali melangkah dalam kuasa-Nya.

 

Salam,

Redaksi PA21

 

PA Online: Alki-TOP

Tuhan Memperhatikan
Kelelahan Elia
(1 Raja-Raja 19:1-8)

Tuhan Memperhatikan Kelelahan Elia

PA Online Bareng Alki-TOP minggu ini membahas topik Tuhan Memperhatikan Kelelahan Elia dari 1 Raja-Raja 19:1-8. Darinya, kita dapat belajar bahwa bahkan seorang nabi besar seperti Elia dapat mengalami kelelahan fisik, emosional, dan rohani setelah menghadapi tekanan pelayanan yang berat. Setelah kemenangan besar di Gunung Karmel (pasal 18), ancaman Izebel membuat Elia takut dan melarikan diri ke padang gurun. Di sana, Elia meratap kepada Tuhan dan meminta agar Dia mengambil nyawanya. Kisah ini menunjukkan bahwa burnout bukanlah hal yang asing dalam kehidupan orang percaya maupun pelayan Tuhan.

 

Melalui bagian ini, kita juga dapat melihat respons Tuhan yang lembut terhadap ratapan Elia. Tuhan tidak merespons dengan kemarahan atau teguran keras, melainkan memberi Elia perhatian dan pemulihan yang penuh kasih. Dia bahkan membiarkan Elia beristirahat, mengutus malaikat untuk memberinya makanan dan minuman, serta menguatkannya untuk melanjutkan perjalanan yang masih panjang. Dari kisah ini, kita belajar bahwa Tuhan memahami keterbatasan manusia dan mengundang kita datang kepada-Nya saat berbeban berat untuk menerima pemulihan-Nya, dan melanjutkan panggilan hidup dengan kekuatan yang berasal dari-Nya.

 

Berikut ini adalah contoh pertanyaan yang didiskusikan dalam PA Online Alki-TOP Tuhan Memperhatikan Kelelahan Elia dari 1 Raja-raja 19:1-8.

Selengkapnya »

 

Artikel PA21

Firman Tuhan Mengenai
Jiwa yang Hancur

Karena kita berurusan dengan jiwa yang hancur dari posisi khusus kristiani, menurut saya penting bagi kami untuk menunjukkan di awal bahwa kenyataan akan hati (atau jiwa) yang hancur tidak hanya diakui dalam Alkitab, tetapi juga banyak ditemui. Hal ini terdapat pada beberapa ayat yang paling terkenal dan sering dikutip dalam Alkitab. Beberapa ayat yang kurang dikenal menekankan kebutuhan Allah yang sangat serius dan nyata agar jiwa-jiwa yang hancur disembuhkan di antara umat-Nya.

Seperti yang kami jelaskan di akhir artikel kisah Markus, jiwa yang hancur merupakan hal yang cukup penting bagi Yesus untuk mengutip Yesaya 61:1, tepat di awal pelayanan-Nya. Yesaya 61:1 mengatakan:

"Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara."

Tuhan Memperhatikan Kelelahan Elia

Adalah wajar untuk memikirkan ungkapan-ungkapan seperti "remuk hati" sebagai kiasan, seperti saat berkata, "Dia patah hati," ketika hubungan percintaan berakhir. Namun, seperti halnya pada banyak ayat di dalam Alkitab, pengamatan yang lebih dekat mengungkapkan bahwa itu bukanlah kiasan sama sekali.

Jiwa yang Hancur di Seluruh Alkitab

Salah satu ayat yang paling jitu tentang jiwa yang hancur adalah Yakobus 4:8, "... Sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati." Kata Yunani untuk mendua hati adalah dipsuchos. Ketika Anda mencari makna lebih luas dari dipsuchos, Anda menemukan bahwa secara harfiah berarti "terombang-ambing" dan "dua-jiwa", "mendua-jiwa", atau "jiwa-terbagi". Itu berasal dari awalan "dis" yang berarti dua kali, dan "psuche" yang berarti jiwa.

Beberapa ayat lain yang menggunakan kata-kata yang sama leb dan shabar (patah hati) yang digunakan dalam Yesaya 61:1 meliputi:

  • Mazmur 51:17: "Hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah."
  • Mazmur 147:3: "Ia menyembuhkan orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka."
  • Mazmur 34:18: "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya."
Selengkapnya »
Diambil dari :  
Nama situs : C3I.org
Judul asli artikel : What Does the Bible Say About the Broken Soul?
URL : http://hopepreserved.org/?page_id=421
Penulis : Mark and Risa Evans

 

Anda menerima publikasi ini karena Anda terdaftar sebagai pelanggan publikasi PA21
dengan alamat: : $subst('Recip.EmailAddr').

Untuk mengirim persembahan: BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
© 2026 - Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)

Tanggal Edisi
Memuat data...

Mulai PA Online sekarang!