|
Kita tidak pernah bisa melupakan kecintaan kita pada cerita yang bagus, bukan? Ada sesuatu yang menarik, sesuatu yang magnetis, dan sesuatu yang unik dari cerita-cerita terbaik. Cerita-cerita tersebut melibatkan hati dan pikiran kita. Cerita-cerita tersebut memungkinkan kita untuk berempati dengan pengalaman manusia lain sekaligus menciptakan kesempatan untuk belajar dari kehidupan mereka.
Komunikator terbesar sepanjang masa, Yesus Kristus, menggunakan cerita untuk menyampaikan kebenaran tentang Tuhan, kehidupan kita, dan dunia kita. Dia sering memilih untuk menggunakan cerita ketika dihadapkan pada kerumunan orang yang beragam, yang haus akan pengajaran-Nya. Dalam beberapa kasus, Dia memilih cerita untuk menyelubungi pesan, dan di lain waktu Dia menggunakannya untuk memperjelas dan mengilustrasikan kebenaran. Cerita adalah salah satu gaya komunikasi favorit-Nya.
Hal ini tidak mengherankan. Sebagai seorang anak muda Yahudi, Yesus mendengar kebenaran tentang Pencipta kita dan sejarah umat-Nya yang luar biasa, yang disampaikan dalam bentuk cerita dengan membaca dan mempelajari Perjanjian Lama. Cerita-cerita sangat penting untuk meneruskan warisan iman Yahudi.
Pada zaman modern ini, cerita-cerita yang menarik ini sering kali tersimpan di "halaman-halaman putih" dalam Alkitab kita, halaman yang jarang digunakan sehingga terlihat seperti baru. Di banyak Alkitab, cerita-cerita itu tetap tersimpan. Sungguh disayangkan, karena ada keabadian yang luar biasa dari cerita-cerita besar dalam Perjanjian Lama. Allah dengan segala hikmat-Nya sebagai Pencipta kita mengetahui segala sesuatu tentang manusia ketika Dia menugaskan penulisan Perjanjian Lama: kita mengingat kebenaran dengan lebih baik ketika kebenaran itu ditempatkan di hadapan kita dalam bentuk cerita.
|