|
PA Online: Alki-TOP
|
Menutup tema Resolusi Rohani dalam bulan Januari ini, Alki-TOP kali ini membahas tentang topik Iman yang Melangkah Maju, terambil dari Filipi 3:13-16, yang menegaskan bahwa hidup Kristen adalah perjalanan iman yang terus bergerak ke depan bersama Kristus sebagai tujuan akhir. Melalui teladan Paulus, kita belajar bahwa kedewasaan rohani bukan ditandai oleh perasaan "sudah sampai", melainkan oleh kerendahan hati untuk mengakui proses, keberanian melepaskan masa lalu (baik kegagalan maupun pencapaian), serta ketekunan mengejar panggilan surgawi Allah.
Dalam konteks surat Filipi yang ditulis dari penjara, pesan ini semakin kuat: keterbatasan dan penderitaan tidak dapat menghentikan kemajuan iman. Karena itu, PA ini mengajak setiap orang percaya untuk hidup konsisten seturut terang Injil yang telah diterima, meninggalkan hal-hal yang mengikat ke belakang, dan melangkah maju dengan arah hidup yang semakin jelas di dalam Kristus.
|
Berikut ini adalah contoh pertanyaan yang didiskusikan dalam PA Online Alki-TOP Iman yang Mencari Tuhan dalam Filipi 3:13-16.
- Simak: Apa tujuan yang Paulus kejar dan hadiah apa yang dinantikannya? (ayat 14)
- Analisa: Apa arti "panggilan surgawi" dalam konteks perikop ini, dan bagaimana hal itu membentuk arah hidup Paulus?
- Belajar: Bagaimana kamu menyimpulkan pendapat Paulus tentang tujuan akhir hidupnya? Setujukah kamu? Mengapa?
- Doa/Diskusi: Berdasarkan ayat-ayat ini, kapan "mengingat masa lalu" justru menghalangi kita mengejar Kristus?
- Aplikasi: Memasuki tahun 2026, satu sikap atau kebiasaan apa yang perlu kamu tinggalkan agar langkahmu benar-benar maju dan arah hidupmu semakin jelas ke depan bersama Tuhan?
|
|
|
|
|
|
Artikel PA21
|
|
5 Hal yang Harus Anda Ketahui tentang Pengambilan Keputusan yang Alkitabiah
|
|
Setiap hari, kita semua membuat banyak keputusan. Beberapa di antara keputusan-keputusan itu tampak biasa saja (kopi biasa atau kopi tanpa kafein?), sementara yang lain tentu saja jauh lebih berdampak pada kehidupan kita (Perguruan tinggi mana yang akan saya masuki? Haruskah saya menerima kesempatan kerja ini? Siapa yang harus saya pilih untuk pasangan pernikahan saya?). Dalam semua hal ini, orang percaya membutuhkan pertolongan dan tuntunan dari Allah. Meskipun bukan daftar yang lengkap, berikut ini adalah lima hal yang harus dipertimbangkan oleh setiap orang Kristen dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan Alkitab.
|
- Pengambilan keputusan yang alkitabiah adalah tindakan yang dilakukan berlandaskan pada ajaran Alkitab.
Sebagai orang percaya, Alkitab bukanlah salah satu suara di antara banyak suara yang dapat kita pilih. Sebaliknya, Alkitab adalah satu-satunya sumber hikmat, nasihat, tuntunan, dan anjuran yang sempurna (2 Timotius 3:16, AYT).
- Pengambilan keputusan yang alkitabiah adalah tindakan yang didasari oleh doa.
Pengambilan keputusan yang alkitabiah bersifat relasional. Allah mendengar, peduli, dan menjawab (Matius 7:9-11, AYT).
- Pengambilan keputusan yang alkitabiah adalah tindakan yang melibatkan konsultasi dengan orang lain.
Alkitab sering kali memuji pengambilan keputusan yang bijaksana dengan berkonsultasi dengan hikmat orang lain. "Rancangan teguh karena pertimbangan" (Amsal 20:18, AYT).
- Pengambilan keputusan yang alkitabiah adalah tindakan yang melibatkan providensia Allah.
Pengambilan keputusan yang alkitabiah memperhatikan apa yang Allah lakukan dalam providensia-Nya yang berdaulat sebagai Allah yang secara aktif "memelihara dan mengatur semua ciptaan-Nya, dan semua tindakan mereka" (Katekismus Singkat Westminster 11).
- Pengambilan keputusan yang alkitabiah adalah tindakan yang berdasar pada kombinasi prinsip-prinsip yang diberikan oleh Allah dan didukung oleh Alkitab.
Kedamaian dan keyakinan yang kita miliki dalam pengambilan keputusan adalah bahwa Allah mengasihi kita dan akan selalu menggenapi tujuan tertinggi-Nya dalam setiap keputusan yang kita ambil (Roma 8:28).
|
|
|
|
|
|