Penginjilan: Menceritakan Kisah-Kisah tentang Yesus

Penginjilan adalah mengundang orang lain untuk menjalin hubungan dengan Yesus melalui kisah-kisah tentang Yesus yang Anda bagikan. Kisah-kisah Anda menjadi perjumpaan rohani yang menolong mereka mengalami kasih Allah, memungkinkan mereka berjalan bersama Yesus, dan akhirnya menjadikan kisah-Nya sebagai kisah mereka sendiri.

Ibu saya adalah seorang pencerita. Selama sebagian besar hidup saya, dia adalah salah satu pencerita terbaik yang pernah saya kenal. Baik ketika dia berkisah tentang masa kecilnya di Virginia maupun ketika dia mengajarkan saudara perempuan, saudara laki-laki, dan saya cara menceritakan kisah-kisah lucu, dia selalu menghibur kami -- di dalam mobil, saat berkemah, dan di meja makan keluarga. Meskipun dia menceritakan kisah yang sama berulang kali, saya tidak pernah bosan mendengarkannya. Kata-kata yang dia pilih, deskripsi yang dia bangun, dan detail percakapan antartokoh justru terasa semakin hidup dan semakin baik setiap kali kisah itu disampaikan kembali.

Sebagai seorang perawat, Ibu bekerja selama beberapa tahun di lingkungan industri, lalu melanjutkan pelayanannya di rumah sakit kesehatan mental. Para pasiennya sangat antusias mendengarkan kisah-kisahnya dan terdorong untuk membagikan kisah mereka sendiri. Dia mampu membuat siapa pun yang mendengarkan menjadi terpaku atau tertawa terpingkal-pingkal. Dia dapat mempertahankan perhatian mereka, baik di tengah lingkungan kerja yang sibuk maupun di dalam dunia imajinasi mereka yang penuh pengalaman.

Membentuk Generasi

Ketika saya masuk seminari, dosen saya dalam bidang khotbah adalah Dr. Fred B. Craddock. Tanpa ragu, tidak ada sosok yang lebih berpengaruh dalam membentuk generasi pendeta selain Fred Craddock. Dia -- lebih daripada pendeta mana pun yang pernah saya kenal -- mampu menceritakan kisah dengan cara yang membuat saya, sebagai pendengar, merasa seolah-olah hadir langsung di tengah peristiwa yang sedang diceritakan.

Mengingat pengaruh ibu saya serta apa yang saya pelajari dan alami bersama Fred Craddock, tidak mengherankan jika saya memandang bercerita sebagai sesuatu yang sangat penting dalam membagikan Injil Yesus Kristus. Namun, melampaui pengalaman pribadi saya, ada sebuah kebenaran yang telah lama diketahui: menceritakan kisah Allah memiliki kuasa untuk menghangatkan hati, mengubah hidup, dan menjaga hubungan dengan Allah serta dengan sesama tetap sehat dan hidup.

Menceritakan Kisah-Kisah tentang Allah

Inserted image

Sejak lama saya belajar bahwa pemberitaan Injil bukanlah soal meyakinkan orang lain agar menerima apa yang saya percayai, tetapi tentang menceritakan kepada dunia sebuah kisah yang lebih baik -- kisah tentang cinta, damai, dan pengampunan. Di dunia yang dipenuhi orang-orang yang terpikat oleh kisah-kisah yang keliru, Anda dan saya memiliki kesempatan untuk menceritakan kisah Allah.

Salah satu hal menarik yang saya pelajari tentang menceritakan kisah Allah adalah ini: semakin sering saya menceritakan kisah itu, semakin saya hidup di dalamnya. Seiring hubungan saya dengan Allah bertumbuh, saya pun semakin menyadari bahwa saya sedang ditarik masuk dan menjadi bagian dari kisah Allah itu sendiri.

Martin Buber, dalam bukunya "Tales of the Hasidism: The Early Masters", menceritakan kisah tentang seorang kakek yang lumpuh. Suatu hari, salah satu cucunya meminta kakeknya untuk menceritakan sebuah peristiwa dalam kehidupan gurunya, Baal Shem yang agung. Maka kakek itu mulai berkisah tentang bagaimana Baal Shem, ketika sedang berdoa, akan melompat-lompat dan menari. Semakin kakek itu larut dalam ceritanya, semakin dia seolah-olah menjadi Baal Shem sendiri, sampai akhirnya dia bangkit dari kursi rodanya dan, untuk memperagakan apa yang dilakukan sang guru, mulai melompat dan menari. Sejak saat itu, kakek tersebut sembuh. Buber kemudian menutup kisah itu dengan berkata, "Begitulah cara menceritakan sebuah kisah."

Berpartisipasi dalam Kisah Allah

Beginilah cara kerjanya: ketika Anda menceritakan kisah Yesus yang mengampuni musuh-musuh-Nya, Anda sendiri dipanggil untuk menjadi orang yang mengampuni musuh Anda. Ketika Anda menceritakan kisah Yesus yang menyeberang jalan untuk menolong orang-orang yang terbuang, Anda pun terdorong untuk menyeberang jalan demi menolong orang terbuang yang ada di dekat Anda. Ketika Anda menceritakan kisah Yesus yang terbuka dan menerima orang-orang yang hidup di pinggiran masyarakat, Anda menjadi pribadi yang terbuka dan menerima mereka yang terpinggirkan. Sebagai orang Kristen, kita tidak hanya menceritakan kisah Yesus, tetapi kita juga hidup dan mengambil bagian di dalam kisah Yesus itu sendiri.

Sekarang, Anda memiliki kisah yang tidak dapat diceritakan oleh siapa pun selain Anda. Karena itu, penting bagi Anda untuk menceritakan peran Anda di dalam kisah tersebut. Inilah alasannya:

  • Anda adalah orang yang memperkenalkan Kristus dan yang menghubungkan orang kepada hidup di dalam kisah cinta, damai, dan pengampunan yang terus berlanjut tanpa akhir. Ketika Anda tidak menceritakan kisah Anda, keheningan Anda seakan-akan mengatakan bahwa Allah telah melakukan segala sesuatu yang akan Dia lakukan. Keheningan itu mengubah karya pewartaan menjadi sekadar program. Anda tidak lagi berperan sebagai pencerita kisah, tetapi menjadi pedagang tradisi.
  • Anda adalah pemberi air hidup dan roti hidup. Ketika Anda tidak menceritakan kisah Anda, keheningan Anda seolah-olah mengatakan bahwa air itu telah menggenang dan roti itu telah basi. Pekerjaan pemberitaan Injil pun direduksi menjadi "seorang pengemis yang memberikan roti kepada pengemis lain." Padahal, kisah Anda seharusnya menjadi undangan bagi orang lain untuk minum air yang benar-benar memuaskan dahaga mereka.
  • Kisah Anda adalah anugerah kasih karunia yang dicangkokkan ke dalam kisah Allah. Ketika Anda tidak menceritakan kisah Anda, keheningan Anda menyiratkan bahwa pengalaman akan kasih karunia Allah hanyalah sebuah "kotak" yang perlu dicentang -- sekadar tambahan kecil di tengah kehidupan yang sibuk.

Jadi, izinkan saya mengatakannya sekali lagi: penginjilan bukanlah meyakinkan orang lain untuk menerima apa yang Anda percayai, tetapi menceritakan kepada dunia sebuah kisah yang lebih baik -- kisah tentang cinta, damai, dan pengampunan. Di dunia yang dipenuhi orang-orang yang terpikat oleh kisah-kisah yang keliru, Anda dan saya memiliki kesempatan untuk menceritakan kisah Allah. Kita mengundang mereka ke dalam hubungan dengan Yesus dengan membagikan kisah-kisah kita tentang Yesus. Kisah-kisah itu menjadi perjumpaan rohani yang menolong mereka mengalami kasih Allah, memungkinkan mereka berjalan bersama Yesus, dan akhirnya menjadikan kisah-Nya sebagai kisah mereka sendiri.

Undangan untuk Berbagi Kisah Anda

Hari ini, saya mengundang Anda untuk melangkah maju dan membagikan kisah Anda. Ketika Anda terdorong untuk membagikan kisah itu, lakukanlah. Ketika kisah Anda membuat Anda teringat pada seseorang, hubungi, kirim pesan, atau kirim email kepada orang tersebut dan bagikan kisah Anda kepadanya. Anda memiliki kisah untuk diceritakan, maka ceritakanlah. Anda memiliki kisah untuk dibagikan, maka bagikanlah.

"Penginjilan bukanlah meyakinkan orang lain untuk menerima apa yang Anda percayai, tetapi menceritakan kepada dunia sebuah kisah yang lebih baik -- kisah tentang cinta, damai, dan pengampunan."

N.T. Wright menuliskannya seperti ini, "Jika Anda ingin tahu siapa Allah, lihatlah Yesus. Jika Anda ingin tahu apa artinya menjadi manusia, lihatlah Yesus. Jika Anda ingin tahu apa itu cinta, lihatlah Yesus. Jika Anda ingin tahu apa itu kesedihan, lihatlah Yesus. Dan teruslah melihat sampai Anda bukan lagi sekadar penonton, tetapi sungguh-sungguh menjadi bagian dari drama yang menjadikan-Nya sebagai tokoh utama."

Sebagai orang Kristen, kita tidak hanya menceritakan kisah Yesus, tetapi kita hidup sebagai bagian dari kisah Yesus. Semakin kita menceritakan kisah itu, semakin kita hidup di dalam kisah itu.

Dunia di sekitar kita sedang menanti dengan penuh harap untuk mendengar kisah terbesar yang pernah diceritakan. Jadi, izinkan saya menceritakan sebuah kisah.

(t/Jing-jing)

Diambil dari:
Nama situs : Transforming Mission
Alamat artikel : https://www.transformingmission.org/evangelism-telling-the-stories-of-jesus/
Judul asli artikel : Evangelism: Telling the Stories of Jesus
Penulis artikel : Tim Bias

Mulai PA Online sekarang!