Gereja Kuno: Studi Alkitab dan Komentar

Apakah gereja saat ini menyerupai gereja di abad pertama?

Kisah Para Rasul 2:42a

Dalam gereja abad pertama, mereka berfokus pada satu hal di atas yang lain, yaitu “mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul” (Kis. 2:42a, AYT). Jadi, apa itu doktrin rasul? Saya berpendapat bahwa ajaran itu adalah hal-hal yang Yesus perintahkan agar mereka ajarkan kepada orang lain (Mat. 28:19-20). Jadi, ajaran rasul-rasul berasal dari Yesus dan sebenarnya bukan milik mereka sendiri. Jika gereja ingin bertumbuh, baik dalam pengenalan akan Tuhan maupun dalam jumlah, mereka harus bertekun dalam Kitab Suci.

Apakah doktrin rasul sama dengan Kitab Suci?

Apa arti “bertekun” pada “pengajaran rasul-rasul”?

Apakah lebih bermanfaat belajar sendiri atau dalam kelompok kecil, seperti kelas Sekolah Minggu atau studi Alkitab?

Kisah Para Rasul 2:42b

Inserted image

Karena gereja bertekun pada ajaran Yesus Kristus, mereka secara alami melanjutkannya "dalam persekutuan, dalam memecahkan roti, dan dalam berdoa” (Kis. 2:42b, AYT). Memecahkan roti bisa merujuk pada makan bersama dan bersekutu di meja makan, tetapi Lukas tampaknya memisahkan persekutuan dari memecahkan roti sehingga ini bisa merujuk pada Perjamuan Tuhan atau Komuni. Bagaimanapun, mereka adalah orang-orang yang rajin berdoa dan doa membantu gereja mula-mula untuk mencari kehendak Allah. Sebagian dari kehendak Allah bagi anak-anak-Nya adalah mereka bersekutu dengan-Nya, tetapi juga dengan sesama, dan tentu saja, tetap bertekun dalam Kitab Suci.

Menurut Anda, apa yang dimaksud oleh Lukas dengan menyebut “pemecahan roti”?

Bagaimana persekutuan menolong gereja?

Menurut Anda, seperti apa suasana dalam beberapa “persekutuan” ini?

 

Kisah Para Rasul 2:44-45

Seorang pria pernah bercerita bahwa dia menghadiri konferensi Kristen untuk para pendeta di Rumania, dan itu adalah pengalaman paling aneh. Di tengah perjalanan jauh di belahan dunia lain, ia merasa seperti di rumah di tengah orang-orang yang belum pernah ditemuinya dan hampir tidak memiliki kesamaan… tetapi mereka memiliki satu kesamaan: Tuhan adalah Bapa mereka sehingga mereka adalah saudara dalam Kristus. Begitu juga di gereja mula-mula, seperti tertulis, “semua yang percaya berkumpul bersama dan memiliki segala sesuatunya bersama-sama. Lalu, mereka menjual harta benda dan miliknya, kemudian membagi-bagikannya kepada semua orang, sesuai kebutuhannya masing-masing” (Kis. 2:44-45, AYT). Jika muncul kebutuhan, ada yang memenuhinya. Itulah yang dilakukan anggota Tubuh Kristus, yaitu gereja. Kita memiliki segala sesuatu secara bersama (mis. Yoh. 3:16; Kis. 4:12; Rom. 10:9-13) sehingga kita saling berbagi, bahkan ikut berbagi dalam penderitaan sesama.

Pernahkah Anda bertemu seseorang dan hampir langsung tahu bahwa ia seorang Kristen?

Tanda-tanda apa yang membuat Anda sampai pada kesimpulan itu?

Apakah ada hal yang membuat gereja menarik bagi orang-orang di luar gereja (Kis. 2:43)?

Kisah Para Rasul 2:46

Allah menambahkan orang ke gereja karena gereja memiliki ajaran dasar yang kuat dari doktrin rasul, yang sebenarnya adalah doktrin Yesus yang diperintahkan-Nya.

 

Gereja mula-mula tampaknya bersemangat dalam beribadah karena mereka “Setiap hari, dengan bersatu hati mereka berkumpul bersama di Bait Allah dan memecahkan-mecahkan roti dari rumah ke rumah. Mereka menerima makanan mereka dengan gembira dan tulus hati” (Kis. 2:46, AYT). Jadi, ada ibadah harian, kemudian makan bersama dari rumah ke rumah, sehingga kebersamaan memberi mereka “hati yang gembira dan tulus hati.”

 

Apakah ibadah dan persekutuan (missal, dengan makan bersama) membuat perbedaan dalam hidup mereka?

Bagaimana kegembiraan timbul ketika beribadah dan makan bersama?

Mengapa dikatakan mereka menerima makanan dengan hati yang gembira dan tulus hati?

Bagaimana seseorang yang menerima bisa memiliki kemurahan hati?

Kisah Para Rasul 2:47

Menjelang akhir pasal 2 Kisah Para Rasul, dikatakan tentang gereja, “sambil memuji Allah, dan mereka disukai oleh banyak orang” (Kis. 2:47a, AYT). Jadi, bagian dari semangat gereja abad pertama adalah mereka memuji Tuhan dan, kemungkinan, dengan kesalehan hidupnya, mereka mendapat kasih dari “banyak orang.” Tentu saja, ini bukan berarti orang Yahudi menerima Yesus Kristus dan ajaran Injil. Bahkan, di tengah penganiayaan berat, gereja tetap memuji Tuhan, seperti lagu lama mengatakan, “Puji Dia di Tengah Badai,” karena ini sangat menyenangkan bagi Allah. Saat kita memuji-Nya, bahkan dalam kesulitan, Ia melihat kita menyembah dan percaya kepada-Nya. Kita tidak memuji sesuatu yang tidak kita percayai sehingga gereja mula-mula percaya pada kedaulatan Allah, tidak peduli apa yang terjadi di sekitar mereka.

Bagaimana kita bisa belajar memuji Allah bahkan di tengah badai kehidupan?

Apakah komunitas Kristen saat ini masih mempertahankan beberapa atribut abad pertama ini, dan jika ya, atribut mana?

Mengapa orang lain menyukai gereja mula-mula?

Kisah Para Rasul 47

Sekarang, kita menutup pandangan selama seminggu tentang gereja mula-mula atau gereja kuno. Gereja ini tampaknya sangat bersemangat karena mereka belajar dan “bertekun dalam pengajaran rasul-rasul,” mereka bersekutu bersama, mereka berbagi apa yang mereka miliki, dan semua hal dimiliki bersama, bahkan orang di luar gereja menghargai mereka, setidaknya sebagian. Apa yang terjadi ketika gereja melakukan semua ini? Tuhan merespons dengan menambahkan “jumlah mereka, yaitu orang-orang yang diselamatkan” (Kis. 2:47b, AYT). Allah menambahkan orang ke gereja karena gereja memiliki ajaran dasar yang kuat dari doktrin rasul, yang sebenarnya adalah doktrin Yesus yang diperintahkan-Nya agar murid-murid ajarkan kepada orang lain (Mat. 28:19-20). Firman Tuhan memiliki kuasa yang berdampak untuk mengubah hidup dan menyelamatkan jiwa sehingga gereja mula-mula melakukan semua yang diperintahkan dan Allah memberikan pertumbuhan.

Elemen-elemen mana dari gereja yang disebutkan dalam Kis. 2:42-47 yang hilang dari gereja Anda?

Apakah Anda bisa melakukan sesuatu untuk menambahkan elemen yang hilang?

Mengapa Allah membawa pertumbuhan pada gereja mula-mula? (t/Jing-jing)

Diambil dari:
Nama situs : Patheos
Alamat artikel : https://www.patheos.com/blogs/christiancrier/2017/04/07/the-first-century-church-bible-study-and-commentary/
Judul asli artikel : The Primitive Church: A Bible Study And Commentary
Penulis artikel : Jack Wellman

Mulai PA Online sekarang!