Skip to main content

9 Tips untuk Memaksimalkan Studi Alkitab Anda

Membangun Pengetahuan Dasar

Para wanita hari ini menemukan diri mereka ditarik ke banyak arah: pekerjaan, keluarga, pelayanan, kebugaran, dan kegiatan lainnya dan semua itu menarik jadwal kita. Semakin kita ditarik, semakin kita harus berusaha untuk menjaga waktu yang kita berikan untuk studi Alkitab secara pribadi. Ketika kita akhirnya bisa duduk untuk membaca, kita ingin memaksimalkan setiap menit yang berharga. Apakah kita memiliki waktu lima belas menit atau dua jam, kita ingin upaya kita menghasilkan manfaat yang sebesar mungkin. Namun, bagaimana kita bisa memanfaatkan dengan maksimal waktu kita untuk membaca dan belajar?

Kita bisa tergoda menginginkan waktu belajar pribadi kita guna mengisi tangki emosi kita untuk hari itu. Kita mungkin terburu-buru untuk menemukan titik aplikasi yang dapat kita tindak lanjuti dalam waktu apa pun yang kita miliki. Ini mungkin berarti kita membatasi waktu kita dalam firman untuk membaca renungan -- merenungkan suatu bagian dan mencari cara untuk menggunakannya segera. Pembacaan renungan bermanfaat, tetapi tidak mendasar, dan manfaatnya sebenarnya meningkat secara eksponensial saat kita bertumbuh dalam pemahaman dasar kita tentang Alkitab. Jadi, kita harus yakin untuk mempelajari Alkitab dengan pikiran kita dan juga dengan hati kita.

Saat Anda membaca Alkitab dengan renungan, berusahalah untuk melengkapi ini dengan waktu saat Anda juga membangun pengetahuan dasar tentang Kitab Suci. Berikut adalah beberapa saran untuk membantu Anda memanfaatkan waktu itu sebaik-baiknya.

1. Miliki Pandangan Jangka Panjang

Pikirkan studi Alkitab lebih sebagai rekening tabungan daripada kartu debit. Daripada melihatnya sebagai saldo menurun yang Anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak, biarkan itu memiliki efek kumulatif selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, dan bertahun-tahun.

Anda mungkin tidak mencapai pemahaman tentang suatu bagian atau tidak dapat menerapkannya dengan baik setelah pemaparan satu hari tentang hal itu. Tidak apa-apa. Teruslah menyetor ke rekening Anda, percaya bahwa pada waktu Allah yang tepat, Dia akan menjelaskan makna dan kegunaan dari apa yang telah Anda pelajari, yang menambah nilainya. Bagaimana jika bagian yang Anda pelajari hari ini mempersiapkan Anda untuk ujian sepuluh tahun dari sekarang? Belajarlah dengan setia sekarang, percaya bahwa tidak ada yang sia-sia, apakah waktu belajar Anda diselesaikan dengan tepat dalam tiga puluh menit atau tidak.

2. Tetap di Tempat

Daripada membaca bagian-bagian yang diambil dari bagian-bagian berbeda dari Alkitab setiap hari, pilihlah sebuah kitab dan tetap di sana. Panduan studi topikal dan panduan renungan dapat memberi kita sedikit pengetahuan tentang Kitab Suci.

Kita mungkin menjadi sangat akrab dengan bagian-bagian tertentu, tetapi kita mungkin tidak pernah mempelajari konteksnya. Membaca satu kitab di Alkitab dari awal sampai akhir membantu kita menghubungkan titik-titik dalam pengetahuan Alkitab kita dan menghasilkan pemahaman teks yang kohesif.

3. Perhatikan Konteksnya

Sebelum Anda mulai mempelajari kitab tertentu, teliti konteks sejarah dan budayanya untuk mempersiapkan diri Anda untuk pemahaman yang tepat. Membaca sebuah kitab dengan mempertimbangkan audiens dan latar aslinya adalah prinsip dasar interpretasi.

Siapa yang menulis kitab itu? Kepada siapa itu ditulis? Kapan itu ditulis? Faktor sejarah dan budaya apa yang mendorong dan memberi informasi penulisannya? Meneliti pertanyaan-pertanyaan ini menghindarkan kita dari menafsirkan berdasarkan bias budaya atau sejarah kita sendiri. Sumber utama untuk membantu Anda di sini adalah ESV Study Bible.

4. Pahami Genre

Alkitab terdiri dari banyak genre sastra yang berbeda. Ada narasi sejarah, puisi, nubuatan, literatur hikmat, dan banyak lagi. Masing-masing genre ini mematuhi aturan tertentu. Masing-masing menggunakan bahasa dan metafora dengan cara tertentu.

Kita tidak dapat membaca Mazmur dengan cara yang sama seperti kita membaca Kitab-kitab Injil, juga tidak dapat membaca nubuatan seperti kita membaca literatur hikmat. Saat Anda memulai teks tertentu, pelajari tentang genrenya dan bacalah sesuai dengan cara genre itu "bekerja".

5. Gunakan Alat yang Terbukti Kebenarannya

Jika tujuan Anda adalah membangun pengetahuan dasar tentang Kitab Suci, Anda memerlukan alat yang baik untuk melakukannya.

Pilih alat yang telah teruji oleh waktu: membaca teks berulang-ulang, memparafrasekan ayat dengan kata-kata Anda sendiri untuk membantu Anda fokus pada maknanya, mencari arti kata, membubuhi keterangan pada salinan teks, memeriksa referensi silang, membaca komentar yang dapat diakses. Masing-masing alat ini akan membantu Anda membangun pemahaman dan menggerakkan Anda ke arah interpretasi dan penerapan yang baik.

6. Tinggal dalam kondisi "Saya Tidak Tahu"

Secara umum, kita tidak suka merasa tersesat, dan khususnya kita tidak suka merasa tersesat ketika membaca Alkitab. Namun, perasaan itu sebenarnya adalah teman, langkah penting dalam proses belajar.

Sampai kita merasakan banyaknya hal yang tidak kita ketahui, kita tidak akan memaksakan diri untuk mengejar ilmu. Kita cenderung meminimalkan perasaan tersesat dengan bergegas ke berbagai bantuan studi. Kita membaca sebuah bagian, kita merasakan disonansi karena tidak memahaminya, dan kita segera meneliti catatan studi untuk menghilangkan disonansi tersebut.

Namun, disonansi itulah yang sebenarnya membantu kita mempertahankan pemahaman ketika kita akhirnya mencapainya. Komentar, termasuk khotbah atau catatan dalam studi Alkitab, paling baik digunakan setelah Anda menghabiskan waktu untuk mencoba memahami sendiri suatu bagian. Dorong diri Anda membaca untuk memperoleh pemahaman, dengan menggunakan alat-alat seperti yang disebutkan di atas, sebelum Anda meneliti bantuan studi. Dengan melakukan itu, Anda menghormati perintah untuk mengasihi Allah dengan pikiran Anda, bukan pikiran orang lain.

7. Pelajari Semuanya

Jika "semua Kitab Suci dinapasi oleh Allah dan bermanfaat" (2Tim. 3:16, AYT), bukankah lebih baik kita berusaha untuk menghabiskan waktu di dalamnya? Putuskan untuk menggunakan waktu studi Anda sehingga, seiring waktu, Anda mendapatkan paparan semua bagian dari Kitab Suci, bukan hanya yang terasa paling mudah diakses atau yang akrab.

Kita membutuhkan Perjanjian Lama untuk memahami sepenuhnya Perjanjian Baru. Kita membutuhkan Imamat sebanyak kita membutuhkan Yakobus. Berhati-hatilah untuk tidak menghindari atau terburu-buru melewati bagian-bagian Alkitab yang tampak membosankan atau tidak bermanfaat. Bahkan silsilah, penglihatan kenabian yang aneh, dan inventaris perlengkapan bangunan bermanfaat untuk pembelajaran kita, meskipun mungkin perlu beberapa upaya untuk mengetahui caranya.

8. Ingatlah Bahwa Alkitab Adalah Buku tentang Allah dan Kasih Karunia-Nya

Sangat menggoda untuk membaca Alkitab sebagai peta jalan bagi kehidupan kita atau sebagai panduan untuk "kehidupan yang berkelimpahan." Namun, Alkitab, secara tegas, bukanlah buku tentang kita. Dari Kejadian sampai Wahyu, itu mengungkapkan dan mengangkat tentang karakter dan pekerjaan Allah.

Kita memang memperoleh pengenalan akan diri sendiri, tetapi hanya ketika kita memperoleh pengenalan akan Allah, belajar melihat karakter kita sendiri dalam hubungannya dengan karakter-Nya. Bacalah dengan bertanya, "Apa yang diajarkan perikop ini kepada saya tentang Allah dan pekerjaan penebusan-Nya?" Kemudian lihatlah diri Anda dalam hubungannya dengan Dia: "Mengetahui bahwa Allah panjang sabar membuat saya merenungkan betapa tidak sabarnya saya. Lalu, bagaimana saya harus hidup?" Izinkan penerapan suatu bagian mengalir dari melihat Allah dalam aspek tertentu. Alat utama untuk dipertimbangkan di sini adalah ESV Gospel Transformation Study Bible, yang menunjukkan, bagian demi bagian, bagaimana Alkitab adalah pesan kasih karunia yang terpadu bagi orang berdosa.

9. Berdoa

Kita kurang bijaksana. Kita tidak pernah lebih menyadari hal ini daripada ketika kita mulai menjadi pembelajar Alkitab.

Berdoalah sebelum, selama, dan setelah waktu studi Anda. Mintalah Allah memberi Anda telinga untuk mendengar. Seperti pemazmur, berdoalah, "Bukalah mataku, sehingga aku boleh melihat hal-hal ajaib dari taurat-Mu" (Mazmur 119:18, AYT). Akuilah keterbatasan Anda, dan dengan rendah hati mintalah Allah untuk memberi Anda hikmat dan pengertian saat Anda belajar. Dia tidak akan menolak permintaan Anda. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Crossway
Alamat situs : https://crossway.org/articles/9-tips-for-making-the-most-of-your-bible-study
Judul asli artikel : 9 Tips for Making the Most of Your Bible Study
Penulis artikel : Jen Wilkin