|
PA Online: Alki-TOP
|
Mengasihi Orang yang Sulit Dikasihi
(Matius 5:43–48)
Pernahkah kamu merasa begitu mudah mengasihi orang yang bersikap baik kepadamu, tetapi merasa berat ketika harus berhadapan dengan mereka yang melukai, mengecewakan, atau membuatmu ingin menjauh? Dalam Khotbah di Bukit, Yesus tidak membiarkan kita bertahan dalam pola kasih yang nyaman seperti itu. Dia mengguncang cara berpikir yang lazim -- mengajak kita beralih dari membalas menjadi mendoakan, dari hanya mengasihi mereka yang sejalan dengan kita menjadi tetap mengasihi orang-orang yang sulit. Mendalami Matius 5:43-48 mengajak kita untuk kembali mengasihi dengan kasih Tuhan yang melampaui norma dunia dan mewujudkannya dalam tindakan nyata sehari-hari. |
Berikut ini adalah contoh pertanyaan yang didiskusikan dalam PA Online Alki-TOP Mengasihi Orang yang Sulit Dikasihi dalam Matius 5:43-48.
- Simak: Sebutkan perintah yang Yesus kutip dari ajaran "kamu telah mendengar"! (ayat 43)
- Analisa: Perhatikan frasa yang Yesus katakan, "kamu telah mendengar". Sumber pengajaran apa yang orang Yahudi biasa dengar saat itu?
- Belajar: Sebutkan perintah apa saja yang Yesus berikan, yang sepertinya berbalikan dari norma moralitas umum!
- Doa/Diskusi: Mengapa orang yang mengaku percaya dan mengasihi Allah, tidak mungkin memiliki kebencian terhadap orang yang pernah menyakitinya?
- Aplikasi: Bagian mana dari ajaran Yesus ini yang paling sulit kamu lakukan? Tindakan kecil apa yang ingin kamu lakukan untuk bisa mengasihi orang yang selama ini sulit kamu kasihi?
|
|
|
|
|
|
Bahan PA21
|
|
Studi Kata "Kasih" dari Yohanes 3:16
|
|
Yohanes 3:16 adalah salah satu ayat yang paling dikenal dalam Alkitab. Namun, karena terlalu sering didengar, maknanya kerap terasa “biasa”. Melalui studi kata “kasih”, khususnya dari bahasa aslinya (Yunani), kita diajak melihat bahwa kasih Allah dalam ayat ini bukan sekadar emosi, melainkan tindakan penyelamatan yang nyata dan berinisiatif dari Allah.
Yohanes 3:16 memperkenalkan kepada kita kata agapao -- kasih yang melampaui sekadar rasa dan terwujud dalam tindakan nyata. Mari telusuri maknanya lebih dalam melalui infografik generatif dari NotebookLM ini untuk semakin memahami bahwa kasih Allah adalah keputusan untuk mengasihi secara aktif, bahkan ketika harus berkorban. Demikianlah kasih Allah dinyatakan; Dia tidak hanya menyatakan kasih-Nya dengan kata-kata, tetapi mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal bagi dunia.
|
|
|
|
|
|
|
|
Anda menerima publikasi ini karena Anda terdaftar sebagai pelanggan publikasi PA21
dengan alamat: : $subst('Recip.EmailAddr').
|
Untuk mengirim persembahan: BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
© 2026 – Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
|
|
|