Edisi 93 -- Oktober 2025

By admin
Tanggal Edisi

PA21

PA dan Alkitab Abad ke-21

EDISI 93 | OKTOBER 2025

Tema PA21
PA Online: Alki-TOP Excellence
Edisi Khusus #SABDA31 Mengejar Excellence!

Shalom, Sahabat PA21!

Edisi PA21 kali ini mengangkat tema Excellence! Excellence bukan hanya berbicara tentang hasil terbaik, tetapi tentang hati yang mau belajar dan memberi yang terbaik bagi Tuhan. Di tengah kemajuan teknologi yang begitu pesat, kita bersyukur karena semakin banyak alat yang dapat membantu kita mendalami firman Tuhan dengan lebih efektif dan mendalam. Melalui berbagai inovasi ini, kita diajak bukan sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi menjadi pelajar firman yang bijak dan bersemangat.

 

Kiranya semangat excellence ini menuntun kita untuk semakin tekun belajar Alkitab, hidup dalam kebenaran-Nya, dan melayani dengan penuh sukacita. Dalam ucapan syukur atas 31 tahun penyertaan Tuhan, SABDA rindu terus menjadi berkat dengan memperlengkapi umat Tuhan agar dapat mengejar excellence dalam studi Alkitab. Selamat membaca! Kiranya edisi PA21 ini menginspirasi kita untuk terus mengejar excellence dalam mengenal dan menghidupi firman Tuhan setiap hari.

 

Salam,

Redaksi PA21

 

PA Online: Alki-TOP

Excellence

Excellence bukan sekadar tentang prestasi atau kesempurnaan, tetapi tentang hidup yang mencerminkan keunggulan sejati di hadapan Allah. Sepanjang Oktober 2025, PA Online Seri Alki-TOP mengajak kita belajar dari tiga tokoh Alkitab yang menunjukkan karakter excellence melalui hati yang setia, berani, dan beriman.

 

Dari Yusuf (Kejadian 39:7–12), kita melihat excellence dalam kesetiaan ketika dia memilih untuk taat kepada Allah, meskipun tidak ada yang melihat. Dari Ester (Ester 4:12–17), kita belajar excellence dalam keberanian ketika dia melangkah dengan iman di tengah risiko yang besar demi melaksanakan kehendak Tuhan. Sementara dari Paulus (2 Timotius 4:6–8), kita menemukan excellence dalam iman yang bertahan hingga akhir, hidup yang dipersembahkan sepenuhnya bagi Kristus.

 

Melalui ketiganya, kita diingatkan bahwa keunggulan sejati tidak diukur dari hasil atau pengakuan manusia, tetapi dari kesetiaan untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah dan memuliakan-Nya dalam setiap aspek kehidupan.

 

1. Hati yang Setia (Kejadian 39:7–12)

Kesetiaan sejati tidak diukur dari seberapa besar panggung yang kita miliki, tetapi dari keputusan hati untuk tetap taat meskipun tidak ada yang melihat. Yusuf dalam Kejadian 39:7–12 menunjukkan kesetiaan yang excellence di hadapan Allah. Dia menolak godaan istri Potifar bukan karena takut kehilangan posisi, tetapi karena dia menghormati Allah yang melihat segala sesuatu. Dalam godaan, Yusuf memilih ketaatan daripada kenikmatan sesaat, dan itulah yang menjadikannya unggul di hadapan Tuhan. Dalam PA Online Alki-TOP bertema Excellence ini, kita diajak belajar memiliki hati yang setia seperti Yusuf, memiliki hati yang benar di tengah godaan, teguh saat diuji, dan setia karena ingin memuliakan Allah. Sebab hanya dengan hati yang setia, hidup kita dapat mencerminkan keunggulan sejati di hadapan Tuhan.

 

Berikut ini adalah contoh pertanyaan yang didiskusikan dalam PA Online Alki-TOP Hati yang Setia dalam Kejadian 39:7-12.

Selengkapnya »

2. Hati yang Berani (Ester 4:12–17)

Kadang, keberanian tidak muncul dengan pekik perang, tetapi melalui bisikan iman. Ester tahu risikonya sangat besar ketika harus menghadap Raja Ahasyweros tanpa izin. Dia bisa kehilangan nyawa, tetapi dia juga sadar bahwa berdiam diri berarti menolak panggilan Allah untuk menyelamatkan bangsanya. Di titik inilah keberanian sejati lahir: keberanian yang tidak mencari kenyamanan, tetapi mencari kehendak Tuhan. Inilah excellence yang sesungguhnya, ketika seseorang berani menanggapi panggilan Allah meskipun jalan di depan belum pasti. Dalam PA Online Alki-TOP bertema Excellence ini, kita menelusuri kisah Ester 4:12–17 dan belajar bagaimana iman mampu mengalahkan ketakutan. Sebab, di setiap langkah yang kita ambil untuk Tuhan, ada kuasa-Nya yang bekerja membawa keselamatan dan kemuliaan bagi nama-Nya.

 

Berikut contoh pertanyaan yang didiskusikan dalam PA Online Alki-TOP Hati yang Berani dalam Ester 4:12-17.

  • Simak: Meneliti ayat-ayat sebelumnya, apa yang terjadi dan apa yang dikatakan Ester kepada Mordekhai? (Ester 4:1-12)
  • Analisa: Apa makna teologis dari kata "saat" dalam kalimat yang diucapkan Mordekhai kepada Ester pada ayat 14, "untuk saat yang seperti ini"?
  • Belajar: Apa yang dapat kita pelajari dari keyakinan Mordekhai bahwa jika Ester berdiam diri, tetap akan adanya "pertolongan dan kelepasan dari pihak lain"?
  • Doa/Diskusi: Apa yang dapat kita pelajari dari keyakinan Mordekhai bahwa jika Ester berdiam diri, tetap akan adanya "pertolongan dan kelepasan dari pihak lain"?
  • Aplikasi: Sebutkan satu hal menakutkan yang menjadi kesulitan kamu untuk maju melayani Tuhan saat ini. Belajar dari keberanian Ester, pilih tindakan konkret apa yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi ketakutan itu?
Selengkapnya »

3. Hati yang Beriman (2 Timotius 4:6–8)

Tidak ada akhir yang lebih indah daripada menutup hidup dengan iman yang tetap terpelihara. Paulus, di penghujung pelayanannya, menulis dengan tenang, "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir, dan aku telah memelihara iman" (2 Timotius 4:7). Kalimat ini bukan ungkapan keputusasaan, tetapi pernyataan kemenangan dari seorang hamba yang telah menuntaskan panggilannya dengan setia. Hidup Paulus menjadi persembahan, bukan tragedi, sebab darahnya tercurah sebagai tanda kasih dan pengabdian total kepada Kristus. Inilah hati yang beriman dengan excellence: iman yang tidak hanya dimulai dengan semangat, tetapi juga diakhiri dengan kesetiaan. Dalam PA Online Alki-TOP bertema Excellence ini, kita belajar bagaimana memelihara iman di tengah dunia yang cepat lelah dan mudah menyerah. Sebab, iman sejati bukan hanya percaya di awal, tetapi tetap teguh hingga garis akhir, sampai kita pun layak menerima mahkota kebenaran dari Tuhan, Hakim yang Adil.

 

Berikut ini adalah contoh pertanyaan yang didiskusikan dalam PA Online Alki-TOP Hati yang Beriman dalam 2 Timotius 4:6-8.

  • Simak: Apa yang terjadi dengan Paulus saat ia menulis ayat ini? (ayat 6)
  • Analisa: Mengapa Paulus menggambarkan kematiannya sebagai "darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan"? Apa artinya?
  • Belajar: Teladan apa yang Paulus tinggalkan bagi kita yang hidup pada era digital ini?
  • Doa/Diskusi: Apakah setiap orang Kristen pasti akan mendapatkan "mahkota kebenaran" seperti Paulus, atau hanya mereka yang benar-benar beriman sampai akhir?
  • Aplikasi: Bagaimana kita bisa menjadikan hidup kita sehari-hari sebagai "persembahan bagi Tuhan," bukan hanya pada saat akhir hidup kita? Berikan contoh konkret tindakan nyata sehari-hari yang bisa menjadi persembahan bagi Tuhan.
Selengkapnya »

 

Edisi Khusus #SABDA31

Mengejar Excellence!

 

Pada perayaan #SABDA31, banyak hal menarik dibagikan tentang bagaimana AI berperan dalam pelayanan dan studi Alkitab. Kali ini, PA21 akan membagikan dua bagian yang berfokus pada AI dan studi Alkitab, yaitu sesi AI dan Hermeneutika dari AI-4-GOD! Expo 2025 serta blog AI+Bible (Alkitab GPT + BaDeNo AI = Ecosystem/Labs). Keduanya menyoroti bagaimana teknologi, khususnya AI, dapat menjadi mitra untuk memperdalam pemahaman firman Tuhan dan memperlengkapi umat dalam menghidupi kebenaran-Nya di era digital.

1. Review AI dan Hermeneutika dalam EXPO 2025

 

Yayasan Lembaga SABDA telah menyelenggarakan AI-4-GOD! Expo 2025 dengan tema "Mengejar Excellence!", yang mengeksplorasi bagaimana AI dapat hadir dalam gereja dan pelayanan. Salah satu sesi menarik membahas AI dan Hermeneutika, yaitu ilmu dan seni menafsirkan Alkitab dengan setia pada konteks, maksud penulis asli, dan kebenaran dari keseluruhan Alkitab.

 

Dalam konteks ini, penting untuk dicatat bahwa fondasi Homiletika (ilmu berkhotbah) adalah penerapan prinsip Hermeneutika. Dengan kata lain, kemampuan menafsirkan Alkitab secara tepat menjadi dasar agar khotbah dan pengajaran dapat menyampaikan firman Tuhan dengan benar dan relevan bagi kehidupan jemaat. Berikut review materi AI dan Hermeneutika: