Menguji Sikap Hati

Paulus menulis surat Filipi ketika dia dirantai dan dipenjarakan. Namun, Paulus tetap memilih sukacita, terlepas dari keadaannya. Itu bukan hanya sukacita. Itu adalah sikap!

Ketika Just Between Us mengumumkan bahwa kata mereka untuk tahun ini adalah "sukacita," saya sangat bersemangat dan segera membuka kitab yang sering disebut sebagai kitab sukacita dalam Alkitab, yaitu Filipi. Kata "sukacita" disebutkan enam belas kali hanya dalam 104 ayat -- tetapi sebelum kita terlalu bersemangat, saya ingin kita sejenak merenungkannya.

Paulus menulis kitab ini ketika dia dirantai dan dipenjarakan di sebuah sel yang suram. Hal ini menunjukkan kepada saya bahwa Paulus memilih sukacita terlepas dari keadaannya. Dia tidak memuji Tuhan karena keadaan tersebut, tetapi memuji Tuhan di tengah-tengah keadaan itu. Lebih dari itu, Paulus melihat tujuan Tuhan di balik pencobaannya. Dia berkata dalam Flp. 1:12 (AYT), "Saudara-saudaraku, aku ingin kamu tahu bahwa apa yang telah terjadi padaku justru telah membawa kemajuan bagi Injil." Paulus juga menyadari bahwa "hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan" (ayat 21, AYT). Itu bukan hanya sukacita. Itu adalah sikap!

FOKUS TAHUNAN

Pada awal setiap Tahun Baru, saya juga meminta Tuhan menanamkan sebuah kata dalam pikiran saya dan menuliskannya pada loh hati saya agar saya memiliki fokus sepanjang tahun itu. Biasanya, saya mendasarkan kata tersebut pada satu ayat atau bagian dari Alkitab supaya memiliki landasan alkitabiah. Sering kali, kata itu muncul dari bacaan Alkitab yang sedang saya renungkan ketika memasuki Tahun Baru.

Pada tahun-tahun sebelumnya, saya pernah memiliki kata-kata seperti penghiburan, damai, harapan, dan kesederhanaan. Tidak ada yang terlalu rumit, tetapi semuanya membangkitkan sukacita. Sejujurnya, saya berharap sukacita akan menjadi kata saya untuk tahun ini. Namun, Tuhan menempatkan kata lain di dalam hati saya, yaitu sikap, yang didasarkan pada Flp. 2:5, "Biarlah pikiran ini ada di antara kamu, sebagaimana juga dimiliki oleh Yesus Kristus" (terj. NLT: "You must have the same attitude that Christ Jesus had").

Gambar: gambar

Sikap bukanlah kata yang saya harapkan, dan saya juga tidak menganggapnya mudah untuk dijalani, terutama karena Paulus menjelaskan dengan sangat jelas seperti apa sikap tersebut. "[Yesus], yang walaupun memiliki rupa Allah, Ia tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai sesuatu yang harus dipertahankan. Sebaliknya, Ia membuat diri-Nya tidak memiliki apa-apa dan menghambakan diri sebagai budak untuk menjadi sama dengan rupa manusia. Dalam keadaan-Nya sebagai manusia, Ia merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan mati di atas kayu salib" (Flp. 2:6–8, AYT). Dalam penerapan pribadi, hal ini berarti bahwa memiliki sikap atau pola pikir seperti Kristus dimulai dengan kerendahan hati -- menyerahkan hak-hak saya dan mati terhadap diri sendiri. Aduh! Tidak lagi!

PEMERIKSAAN SIKAP!

Saya ingat ketika saya masih muda dan mengikuti perkemahan Kristen pertama saya. Sepanjang minggu itu, dari waktu ke waktu, ketua perkemahan menarik perhatian kami dengan berteriak, "Periksa sikap," lalu kami, para peserta kemah, harus menjawab dengan lantang, "Pujilah Tuhan." Seruan ini terutama ditekankan ketika kami meninggalkan area perkemahan untuk melakukan perjalanan sehari. Pada saat-saat seperti itulah kami perlu lebih memperhatikan sikap kami daripada biasanya, karena kami tidak pernah tahu siapa yang sedang memperhatikan. Itu berarti menjaga kata-kata dan perilaku kami, sekaligus mengingat bahwa kami bukan hanya membawa nama baik perkemahan, tetapi juga nama Tuhan.

Kini, ketika saya menoleh ke belakang, saya semakin menyadari betapa pentingnya menjaga sikap agar tetap terarah. Bagaimanapun, dari kelimpahan hati, mulut berbicara (Luk. 6:45). Dengan kata lain, sebaiknya kita menjaga sikap sebelum sikap itu bocor keluar dan menjadi konsumsi publik!

PELAJARAN YANG SAYA AMBIL

Sungguh menakjubkan bagi saya bahwa ketika saya memusatkan perhatian pada kata "sikap," saya menjadi jauh lebih sadar akan sikap saya dalam kehidupan sehari-hari. Saya juga menyadari betapa banyak penyesuaian yang perlu dilakukan ketika saya berusaha menyelaraskan sikap tersebut dengan sikap Yesus.

Seiring berjalannya tahun ini, saya belajar bahwa sikap berkaitan dengan menempatkan orang lain di depan diri saya, menganggap orang lain lebih penting daripada diri sendiri (Flp. 2:6-7), memikirkan hal-hal yang menghasilkan kehidupan, bukan kematian (Flp. 4:8), serta mempraktikkan semuanya itu dengan sukacita dan ucapan syukur (Flp. 2:6-7). Di situlah makna "memuji Tuhan" dalam pemeriksaan sikap kita menemukan tempatnya.

Sikap kita menuntut perhatian yang cermat secara terus-menerus -- hari demi hari, bahkan menit demi menit -- karena begitu mudahnya sikap itu tergelincir.

Saya menyadari bahwa memelihara sikap yang penuh sukacita dan serupa dengan Kristus sangat erat kaitannya dengan kondisi hati, pikiran, kata-kata, tindakan, serta motivasi di balik apa yang kita lakukan. Sikap kita menuntut perhatian yang cermat secara terus-menerus -- hari demi hari, bahkan menit demi menit -- karena begitu mudahnya sikap itu tergelincir.

Karena itu, untuk menjaga sikap saya sepanjang tahun ke depan, saya memutuskan menjadikan pembacaan kitab Filipi sebagai bagian dari rutinitas membaca Alkitab. Saya mencatat kata-kata, frasa-frasa, dan ayat-ayat yang menyentuh hati saya, menuliskan seluruh kitab tersebut, merekam pemikiran, tantangan, instruksi, peringatan, kebenaran, serta wawasan yang saya temui, dan bahkan menghafal beberapa bagian dari Filipi agar firman Tuhan semakin tertanam dalam hati saya.

Meskipun menyesuaikan sikap terasa seperti tantangan besar, inilah yang memberi saya pengharapan dalam menghadapi tahun yang akan datang: saya dapat "sungguh yakin bahwa Ia yang telah memulai pekerjaan baik di dalam [saya], Ia juga akan menyempurnakannya sampai hari Yesus Kristus" (Flp. 1:6).

(t/Jing-jing)

Diambil dari:
Nama situs : Just Between Us Magazine
Alamat artikel : https://justbetweenus.org/everyday-life/faith-and-feelings/an-attitude-check/
Judul asli artikel : An Attitude Check
Penulis artikel : Lisa Elliott

Mulai PA Online sekarang!